Kamis
17 September 2026 | 4 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Gus Yani: Pemerintah Tidak Diam dalam Menangani Dampak Covid-19

pdip-jatim-bupati-gresik-190721-fandi-akhmad-yani-a

GRESIK – Keselamatan rakyat dan sektor ekonomi menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam berbagai kebijakan penanganan Covid-19. Hal itu dikatakan Bupati Fandi Akhmad Yani menanggapi aspirasi sejumlah pemuda yang mengusulkan kepada pemerintah untuk tidak memperpanjang masa PPKM darurat.

“Kami sampaikan bahwa pemerintah tidak diam. Berbagai upaya terus kami lakukan, mulai dari membuat posko darurat bantalan sosial untuk warga isoma (isolasi mandiri) dan yang terdampak Covid-19,” kata Bupati Gus Yani.

Gus Yani yang pada pilkada lalu diusung PDI Perjuangan berharap, dalam kondisi seperti ini dirinya ingin semua pihak saling mengerti dan bersama-sama menekan kasus Covid-19. 

“Banyak tenaga kesehatan (nakes) yang mengeluh karena pasien Covid-19 terus bertambah. Sektor ekonomi dan kesehatan ini sangat penting, jika ada masalah mari duduk bersama,” ungkapnya.

Untuk upaya di sektor kesehatan, jelas Gus Yani, pemerintah menambah jumlah kasur rumah sakit dan meningkatkan status rumah sakit Stadion Gelora Joko Samudro (GEJOS) menjadi sedang. Serta penambahan pipa oksigen sepajang satu kilometer langsung dari pabrik.

“Ini bagian dari hilir. Kuncinya adalah di hulunya. Kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan,” tandas Gus Yani.

Penjelasan Gus Yani disampaikan kepada sejumlah pemuda yang menyampaikan aspirasi mereka di Kantor Bupati Gresik, Senin (19/7/2021). Mereka menolak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Alasannya, terkait pembatasan jam malam untuk berjualan dan penyekatan jalan.   

“Mereka (PKL) buka pukul 18.00 WIB, kemudian pukul 20.00 WIB diminta tutup. Sedangkan buat makan sehari-hari hasil jualan itu. Kalau seperti ini, mereka makan apa,” kata Ketua Forum Kota (Forkot) Gresik, Haris Sofwanul Faqih.

Sementara Ketua Genpatra (Gerakan Pemuda Nusantara) Ali, menyebut, banyak warga yang tidak bisa bekerja karena tidak lolos operasi penyekatan. “Padahal mereka harus mencukupi kebutuhan hidup anak istrinya,” katanya.

Atas aspirasi dari kelompok pemuda tersebut, Bupati Gus Yani menyatakan pihaknya akan menyampiakan aspirasi yang ada kepada pemerintah pusat. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Magetan Datangi Posko Penanganan Kebakaran Lereng Gunung Lawu, Suppport Petugas Pemadam Api

​MAGETAN — Wakil Ketua DPRD Magetan, Suyatno, menyambangi Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Ikut Pasang Paving Bersama Warga Desa Bener

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono tak sekadar datang melihat kerja bakti. Ia ikut turun langsung ...
SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh Pimpin PA GMNI Kabupaten Malang, Komitmen Kawal Nasib Kaum Marhaen  

MALANG – Tantri Bararoh resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional ...
KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...