GRESIK – Krisis air bersih mulai menghimpit 315 kepala keluarga (KK) di Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Warga bahkan terpaksa mengandalkan sumber air yang terasa asin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut terjadi setelah kekeringan berlangsung hampir dua bulan. Persediaan air warga semakin menipis, sementara sumber air yang tersedia tidak sepenuhnya layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah senang, dikarenakan persediaan air sudah menipis. Terima kasih bantuan air datang. Karena sudah hampir dua bulan di sini kekeringan,” kata Aji (30), warga Dusun Tanggulangin, Desa Ganggang, Kamis (1/10/2026).
Di tengah kondisi tersebut, sebanyak 7 tangki air bersih akhirnya digelontorkan untuk warga. Dua tangki berasal dari BPBD Kabupaten Gresik, sedangkan lima tangki lainnya disalurkan Forum Zakat (FOZ) Gresik.

Dari bantuan BPBD, air yang disalurkan mencapai 22.000 liter. Sementara FOZ Gresik menambah 25.000 liter. Total bantuan air yang diterima warga mencapai 47.000 liter.
Aji menyebut persoalan warga bukan sekadar kekurangan air. Sumber yang masih tersedia memiliki rasa asin sehingga menyulitkan warga untuk menggunakannya sebagai kebutuhan memasak maupun mandi.
“Harapannya tidak berhenti di sini. Setelah melihat kondisi desa, semoga ada solusi yang lebih berkesinambungan bagi warga masyarakat di sini,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Liana (51). Menurutnya, persediaan air bersih di wilayahnya kini semakin menipis. Warga hanya memiliki pilihan terbatas karena sumber air yang tersedia terasa asin.
“Terima kasih airnya, membantu kami yang kekeringan air bersih ini. Karena bulan ini air bersih menipis, hanya air asin sumber yang ada,” katanya.
Sarni (65), warga Dusun Tanggulangin, juga mengapresiasi bantuan tersebut. “Terima kasih Bapak Yani, kami dikirimi air. Semoga sehat semuanya,” ujarnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang turut meninjau penyaluran bantuan mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk FOZ Gresik, dalam membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kita memberikan perhatian dan kepedulian terkait air bersih di Kecamatan Balongpanggang. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat buat masyarakat banyak,” ujar Yani.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Gresik, Ganggang bukan satu-satunya wilayah yang terdampak kekeringan. Penyaluran bantuan air bersih juga dilakukan di Desa Tenggor, Dohoagung, Deliksumber, dan Sidowungu.
Pemkab Gresik melalui BPBD masih melakukan koordinasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak. Namun bagi warga Ganggang, persoalan utamanya bukan hanya mendapatkan air hari ini, melainkan memastikan akses air bersih tetap tersedia ketika kemarau kembali datang. (mus/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













