NGANJUK – Bupati Novi Rahman Hidayat dan Wakil Bupati Marhaen Djumadi mengunjungi rumah duka keluarga prajurit Kapal RI Nanggala-402 di Nganjuk. Ada tiga putera terbaik Nganjuk yang bertugas di kapal selam yang karam di perairan Bali tersebut.
Pasangan kepala daerah dari PDI Perjuangan ini, Bupati Novi Rahman Hidayat dan Wakil Bupati Marhaen Djumadi, serta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) melayat bersama. Di rumah duka keluarga almarhum Lettu Laut Ady Sonata di Dusun Alastuwo Desa Banaran Wetan Kecamatan Bagor, rombongan ditemui Weny, kakak ipar dari almarhum.
“Atas nama pribadi serta seluruh masyarakat Nganjuk, kami sampaikan bahwa kami ikut merasa kehilangan dan turut berduka cita mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan ketabahan” kata Novi kepada Weny, Kamis (29/4/2021).
Atas kunjungan rombongan, Weny menyampaikan ucapan terimakasih. Weny juga menjelaskan dan menyampaikan permohonan maaf karena rombongan tidak bisa bertemu langsung dengan anak dan istri serta orang tua Ady Sonata yang saat ini berada di Surabaya.
“Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat atas perhatian dan doa buat adik kami ” tutur Weny.

Tiga prajurit KRI Nanggala yang mempunyai keluarga di Nganjuk yakni Lettu Laut Ady Sonata, Kelasi Kepala Roni Efendi, dan Sertu Ttu Lutfy Anang.
Kapal selam KRI Nanggala-402 dikabarkan hilang kontak di perairan Bali saat melaksanakan latihan pada Rabu (21/4/2021) lalu. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjajanto, pada Sabtu (24/4/2021) resmi menyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam. Kemudian, Minggu petang (25/4/2021), Panglima menyatakan 53 awak KRI Nanggala-402 telah gugur.(dyk/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









