BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat pemahaman nilai keislaman dan kebangsaan. Lomba Pidato Santri dalam rangka Hari Santri 2026 menjadi salah satu sarana pembinaan mental dan karakter generasi muda.
Menurut Rijanto, kemampuan berbicara di depan umum merupakan bekal penting bagi santri untuk menyampaikan dakwah dan nilai-nilai Islam secara baik kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, para santri semakin termotivasi untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperdalam pemahaman dan menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui pidato,” ujar Rijanto.
Pesan tersebut disampaikan saat Bupati Blitar bersama Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah menyerahkan piala kepada para pemenang Lomba Pidato Santri di Pendopo Sasana Adi Praja, Senin (19/10/2026).
Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Blitar. Para peserta dari berbagai pondok pesantren tampil menyampaikan pidato bertema keagamaan dan kebangsaan.
Rijanto menilai, santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Karena itu, pembinaan santri tidak cukup hanya melalui penguatan pengetahuan agama, tetapi juga perlu didukung keterampilan komunikasi dan keberanian menyampaikan gagasan.
Ia menambahkan, peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi santri dalam memperkuat karakter generasi muda dan menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kepada para pemenang, Rijanto berpesan agar prestasi yang diraih menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengasah kemampuan.
“Selamat kepada para pemenang. Terus belajar, terus berani tampil. Santri Blitar harus jadi contoh generasi yang berilmu, berakhlak, dan percaya diri,” pungkas politisi PDI Perjuangan itu.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap para santri semakin siap mengambil peran di tengah masyarakat dengan bekal ilmu, akhlak, dan kemampuan komunikasi yang baik. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













