oleh

Bupati Arifin Raih Penghargaan Program Kecamatan Cettar dari Gubernur Jatim

-Berita Terkini-47 kali dibaca

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meraih penghargaan program Kecamatan Cettar untuk Jatim Bangkit dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Harris Hotel, Surabaya, Kamis (23/9/2021)

Penghargaan ini diberikan pada Bupati Arifin karena Trenggalek dianggap berhasil melahirkan dan melaksanakan inovasi-inovasi di kecamatan yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan dasar, pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan di Jatim.

Inovasi tersebut, yakni Musyawarah Perencanaan Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Musrena Keren) dan Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Sepeda Keren) dianggap cukup inspiratif.

Karena dengan dua program itu, Kabupaten Trenggalek mampu memastikan semua masyarakat, tanpa terkecuali terlibat aktif dalam pembangunan yang inklusif.

Lalu model keperantaraan pasar yang difasilitasi Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) yang merupakan program kemitraan pemerintah Australia-Indonesia, juga dianggap menjadi solusi pengembangan ekonomi lokal.

Melalui program ini, petani dan pengelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di Kecamatan Pule difasilitasi Kompak banyak hal. Dari hulu hingga hilir, mulai dari bagaimana menanam, mengolah tanaman rempah-rempah yang baik sehingga bisa diterima pasar domestik hingga mancanegara.

Bahkan fasilitasi ini tidak hanya berhenti di situ, namun termasuk mempertemukan mereka dengan pembeli potensial serta lembaga pendanaan.

Bupati Arifin menyampaikan ada tiga program, yang pertama keperantaraan pasar BUMDesma Sari Bumi di Jombok dan Pule. Kemudian yang kedua Musrena Keren dan yang ketiga Sepeda Keren.

“Dalam inovasi ini kita bekerja sama dengan Kompak dan hasilnya bisa dirasakan,” kata Arifin.

“Untuk kedua program ini sudah ada sekitar 30 mentor. Yang dulunya hanya di 15 desa, sekarang sudah menjangkau seluruh desa. Terus sudah ada 589 kader dan 50 di antaranya sudah menjadi BPD perempuan,” tambahnya.

Untuk perantaraan pasar, imbuh Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini, sudah ada off taker. Kemudian ada transfer knowledge dari Igro.

“Ini semua diapresiasi, namun sekali lagi ini bukan akhir. Kita harus terus kembangkan ini ke cakupan yang lebih luas lagi. Bahkan rencana Kompak oleh pemerintah provinsi akan direplikasi di kabupaten-kabupaten lain di Jatim,” urai Arifin.

Sedang Gubernur Khofifah berpesan, Jawa Timur harus bangkit dari situasi pandemi melalui kolaborasi dengan semua pihak guna mewujudkan pemulihan ekonomi.

“Inovasi-inovasi ini mencerminkan kolaborasi produktif dari berbagai pemangku kepentingan, utamanya dalam mencapai hasil positif dalam layanan dasar dan peluang ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, kecamatan mempunyai peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintah, pelayanan masyarakat dan penanggulangan Covid 19.

“Kecamatan harus menjadi pusat data dan informasi, pusat pelayanan dasar, pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan. Juga menjadi pusat pengelolaan sumberdaya alam serta pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. (man/pr)