oleh

Bupati Arifin Bebaskan 12 ODGJ dari Pasungan

-Eksekutif-36 kali dibaca

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin menegaskan, dengan adanya program Jawa Timur bebas pasung dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa, dia berharap tidak ada ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Kabupaten Trenggalek yang dipasung pihak keluarga.

“Kita ingin memastikan tidak ada satupun warga di Trenggalek yang terpasung. Jadi mereka harus diberikan pelayanan sebaik-baiknya,” kata Arifin, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, program bebas pasung tersebut juga selaras dengan langkah yang dilakukan Pemkab Trenggalek, dalam hal ini adalah mewujudkan kabupaten inklusif.

Para ODGJ tersebut, terang Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini, juga akan menjalani rehabilitasi hingga dinyatakan siap untuk dikembalikan kepada keluarga.

“Ini tadi kita komunikasi dengan keluarga, ada dukungan yang baik, semoga nanti pelepasan, masa pengobatan, masa rehabilitasi bisa dijalani dengan baik, kemudian nanti ketika pulang juga penerimaan warga dan lingkungan sekitar juga kita harapkan baik pula,” pintanya.

“Sehingga kemudian bisa terus hidup dengan normal, kebahagiaan keluarga yang dulu pernah ada juga bisa utuh kembali,” tambah Arifin.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek dr. Ratna Sulistyowati mengatakan jumlah ODGJ yang akan dibebaskan dari pasung sesuai rencana adalah 15 orang yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

Meski demikian, dalam pelaksanaannya di lapangan hanya 12 ODGJ yang telah dibebaskan dari pasung. Sementara sisanya belum siap untuk dibebaskan.

ODGJ yang telah dibebaskan dari pasungan tersebut, imbuh Ratna, selanjutnya dibawa ke rumah sakit jiwa Menur Surabaya untuk mendapatkan perawatan secara medis. (man/pr)