TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin mengatakan, rencana Universitas Negeri Malang (UM) yang bakal mendirikan Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) di kawasan perkebunan Dilem Willis, Kecamatan Bendungan merupakan sesuatu yang pertama bagi Kabupaten Trenggalek.
“Ini menjadi yang pertama di Kabupaten Trenggalek. Tahun depan administrasi disiapkan, berjalan dengan itu fisiknya juga akan kita benahi dan sesuaikan, untuk bisa menerima angkatan pertama untuk kampus di Trenggalek ini,” kata Arifin, kemarin.
Dia menyampaikan, dengan adanya PSDKU di kawasan tersebut dia ingin kampus tersebut menjadi kampus yang practical. Pasalnya di kawasan yang sejuk tersebut terdapat living lab yang bisa bersinergi dengan science tekno park.
Kedepan dirinya berharap kampus PSDKU dibranding ke arah green campus atau kampus hijau, agar kelestarian alam tetap terjaga dan bisa dijadikan sebagai penelitian sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk lokal.
“Mulai dari kopi, peternakan, potensi agro dan yang lain sebagainya,” urai bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek ini.

Arifin juga menerangkan alasan penempatan kampus PSDKU di kawasan Dilem Wilis karena kawasan tersebut termasuk salah satu dari kawasan selingkar Wilis
“Dilem Wilis sendiri masuk dalam kawasan Selingkar Wilis, yang sesuai Perpres 80 termasuk kawasan yang akan dikembangkan ” kata Arifin.
Sementara Rektor UM Prof Dr AH Rofi’uddin, MPd dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya keras mewujudkan program dari Bupati Arifin ini.
“Tahun depan, tahun akademik 2022 PSDKU sudah bisa menerima mahasiswa baru ” katanya.
Selain itu kata dia secara fisik persiapan pendirian kampus PSDKU di kawasan tersebut telah siap diatas lima puluh persen. Meski demikian pihaknya akan segera melakukan penataan secara menyeluruh. (man/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS