Senin
16 Februari 2026 | 6 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Anas Apresiasi Semangat Warga Jadikan Daerahnya Sebagai Ikon Wisata

pdip-jatim-festival-petik-kopi-banyuwangi2

BANYUWANGI – Indonesia menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbesar di dunia. Dari sekian banyak sebaran tanaman kopi di Indonesia, Banyuwangi salah satunya.

Kebanggaan pada potensi kopi terlihat dari antusias warga Gombengsari, Banyuwangi yang merayakan musim panen dengan festival pada Minggu (18/8/2019).

Festival yang diberi nama Petik Kopi ini digelar di salah satu sumber mata air terbesar di Banyuwangi, yakni di kawasan Sumbergedor, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro.

Lokasi festival petik kopi ini berada di kawasan perbukitan yang sejuk, di sekelilingnya terdapat perkebunan kopi, sehingga menambah keindahan kawasan ini. Aroma kopi pun mengular di sepanjang jalan menuju lokasi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir dalam festival tersebut sangat mengapresiasi inisiatif warga Gombengsari yang menggelar festival untuk mempromosikan wisatanya.

Menurut Anas, prakarsa ini menunjukkan semangat warga dalam menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata.

“Pemkab akan mendukung ide ini. Apalagi ada bangunan bersejarah yang berdiri di dalamnya. Ini merupakan potensi destinasi baru yang besar. Tidak hanya agro wisata, namun ada wisata heritage di dalamnya,” kata Anas.

Camat Kalipuro Henry Suhartono mengatakan, festival kopi Gombengsari yang biasanya digelar di lingkungan Lerek, tahun ini dipindahkan ke Sumbergedor. Itu karena warga ingin menjadikan Sumbergedor sebagai lokasi wisata.

“Selain lokasinya yang sejuk, tempat ini juga dikenal ada bangunan bersejarah, yakni tempat penyimpanan airnya adalah bangunan peninggalan Belanda. Warga ingin mengangkat kawasan ini sebagai destinasi dan dikenal lebih luas,” jelas Henry.

Sumber mata air Sumbergedor memasok 80 persen kebutuhan air bersih Banyuwangi. Sumber air ini telah dikenal sejak zaman kolonial.

Hal ini dibuktikan dengan bangunan tempat penyimpanan airnya yang dibangun Belanda sejak 1927. Saat ini, kawasan yang seluas 12 hektar tersebut dikelola oleh PDAM Banyuwangi.

Festival yang dihadiri ratusan pengunjung ini berlangsung meriah. Para pengunjung menyaksikan proses pengolahan kopi rakyat secara manual. Mulai dari petik kopi, roasting manual, hingga pemisahan biji kopi dengan kulitnya.

Hal ini justru menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan. Seperti yang diungkapkan oleh Emilio dari Utrecht, Belanda.

Meski dia penikmat kopi, ternyata baru mengetahui bentuk pohon kopi setelah pelesir ke Banyuwangi kali ini. Tak hanya itu, dia juga menikmati proses pengolahan kopi tradisional yang tak pernah ditemui sebelumnya.

“Saya baru tahu bentuk pohon kopi ya sekarang ini. Ternyata bentuk begini ya. Kalau di Belanda, saya pakai mesin roasting, namun di sini saya mencoba secara manual tanpa mesin. Saya makin mengapresiasi kopi. Tak heran bila kopi mahal, ternyata pengolahannya butuh proses yang panjang,” ujar Emilio.

Pria ini juga mengaku senang dengan lokasi Sumbergedor. Selain mengandung nilai sejarah, bukit yang dikelilingi kebun kopi ini sangat menyenangkan untuk menghabiskan waktu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Serap Aspirasi di Magetan, Diana AV Sasa Ajak Pemuda Aktif Suarakan Gagasan dan Melek Politik

MAGETAN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana A.V. Sasa, menggelar kegiatan serap aspirasi bersama pemuda dan ...
KRONIK

Doa Megawati saat Umrah: Bersyukur Nama Baik Bung Karno Telah Dipulihkan

MAKKAH – Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendoakan ayahnya, ...
LEGISLATIF

Rumah Lansia di Sirigan Nyaris Roboh Diterjang Banjir, Mas Prih Turun Tangan Tinjau Lokasi

NGAWI – Dampak banjir luapan yang menerjang wilayah Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi pada Sabtu ...
LEGISLATIF

UMKM, Digitalisasi hingga Tenaga Kerja Jadi Fokus 12 Raperda Prioritas Jatim 2026

SURABAYA – DPRD Jawa Timur menargetkan pembahasan 12 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Program Pembentukan ...
KABAR CABANG

Terima SK DPC 2025–2030, Yudi Meira Tegaskan Konsolidasi dan Regenerasi Kader di Kota Blitar

BLITAR – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, menghadiri rapat koordinasi dan konsolidasi Dewan ...
SEMENTARA ITU...

Turnamen Sepak Bola U-12 se-Jatim Digelar di Kediri, Jadi Ajang Pembinaan Usia Dini

KEDIRI — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Kediri, Soedjoko Adi Poerwanto, menggelar turnamen sepak bola usia ...