Rabu
24 Juni 2026 | 8 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Anas Ajak Kades Kelola Sampah lewat BUMDes

pdip-jatim-anas-sampah-bumdes

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak puluhan kepala desa dan lurah untuk melihat langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo. Desa di Kecamatan Muncar ini dinilai sukses dalam penanganan dan pengelolaan sampah lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sekitar 8.900 rumah tangga di Desa Tembokrejo yang dulunya suka membuang sampah di laut, kini justru mengolah sampah di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

“Selasa (29/10/2019), saya mengajak puluhan kepala desa dan lurah untuk melihat bagaimana proses pengolahan sampah di TPST Tembokrejo. Mulai pemilahan, pengemasan hingga pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomis,” kata Azwar, kemarin.

Dia sengaja mengajak kepala desa dan lurah dari enam kecamatan itu agar bisa mencontoh manajemen pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo. Tidak hanya menciptakan kebersihan wilayah, tetapi juga mampu mengubah perilaku warga ikut peduli terhadap masalah sampah.

“Dulu, di sini paling ‘ruwet’ masalah sampah, masyarakatnya masih banyak yang membuang sampah ke sungai bahkan ke laut. Namun, kerja keras dari aparat desa bersama Systemiq, kini perilaku warga mulai berubah drastis, dan kesadaran peduli sampah tumbuh pesat,” ujarnya.

Dia minta para kepala desa agar mencontoh manajemen yang telah dilakukan Desa Tembokrejo dan Systemiq. Menurutnya, program penanganan sampah harus menjadi salah satu prioritas desa yang dianggarkan lewat APBDes.

“Kami ingin Banyuwangi tidak hanya bersih di kotanya saja, tapi juga di desanya. Untuk itu, saya minta para kades memberi perhatian serius,” tuturnya.

Sementara itu, Chief Delivery Officer STOP Project Systemiq, Andre Kuncoroyekti, mengatakan bahwa Systemiq melibatkan BUMDes sebagai pengelola sampah, dan dilatih mengoptimalkan pengangkutan, pengumpulan dan pengolahan sampah.

“Sekarang 100 persen warga sudah dilayani BUMDes, cakupannya sudah mencapai seluruh rumah tangga di Desa Tembokrejo, yang berjumlah 8.900 rumah tangga, dari awal yang sebelum kami masuk hanya 400 rumah tangga,” kata Andre.

Di TPST Tembokrejo, sampah dari rumah warga dipilah dan dikelola, sampah organik dimanfaatkan untuk kompos dan budidaya larva lalat black soldier fly yang memiliki kemampuan mengurai sampah.

Adapun yang nonorganik, dipilah untuk dijual, dan sejak April 2018 hingga Februari 2019, jumlah sampah nonorganik yang dijual mencapai 10,4 ton.

BUMDes setempat bahkan berhasil menjual sampah yang telah diolah ke Surabaya dan Pasuruan dengan pendapatan Rp25 juta per bulan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jember Soroti Mundurnya Dirut Perumdam Terpilih , Khawatir Ganggu Kepercayaan Publik

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menyoroti pengunduran diri Direktur Utama terpilih Perumdam Tirta Pandalungan ...
KABAR CABANG

Teladani Bung Karno, PAC Tuban Berdonor Darah

TUBAN – Momentum Bulan Bung Karno menjadi pemantik semangat tersendiri bagi para kader Pengurus Anak Cabang (PAC) ...
EKSEKUTIF

Hadiri Purna Siswa SLB Ar Rochmah Lamongan, Wabup Dirham Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

LAMONGAN – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai kegiatan Purna Siswa ke-1 Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan ...
EKSEKUTIF

Pendaftar SD Sekolah Rakyat Ngawi Baru Tiga Siswa, Pemkab Jajaki Opsi Libatkan Anak Panti Asuhan

NGAWI – Proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Ngawi terus berjalan. Hingga Senin ...
KRONIK

Perkuat SDM Kesehatan, Bupati Sumenep Jalin Kerja Sama dengan FK UTM

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam bidang ...
KRONIK

Program Selantang Banyuwangi, Ketika Sekolah Tidak Mengenal Batas Usia

BANYUWANGI – Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Banyuwangi terus meningkat, dari 74,13 tahun pada 2024 menjadi 74,43 ...