Sabtu
31 Oktober 2026 | 7 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Anas Ajak Kades Kelola Sampah lewat BUMDes

pdip-jatim-anas-sampah-bumdes

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak puluhan kepala desa dan lurah untuk melihat langsung pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo. Desa di Kecamatan Muncar ini dinilai sukses dalam penanganan dan pengelolaan sampah lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sekitar 8.900 rumah tangga di Desa Tembokrejo yang dulunya suka membuang sampah di laut, kini justru mengolah sampah di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

“Selasa (29/10/2019), saya mengajak puluhan kepala desa dan lurah untuk melihat bagaimana proses pengolahan sampah di TPST Tembokrejo. Mulai pemilahan, pengemasan hingga pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomis,” kata Azwar, kemarin.

Dia sengaja mengajak kepala desa dan lurah dari enam kecamatan itu agar bisa mencontoh manajemen pengelolaan sampah di Desa Tembokrejo. Tidak hanya menciptakan kebersihan wilayah, tetapi juga mampu mengubah perilaku warga ikut peduli terhadap masalah sampah.

“Dulu, di sini paling ‘ruwet’ masalah sampah, masyarakatnya masih banyak yang membuang sampah ke sungai bahkan ke laut. Namun, kerja keras dari aparat desa bersama Systemiq, kini perilaku warga mulai berubah drastis, dan kesadaran peduli sampah tumbuh pesat,” ujarnya.

Dia minta para kepala desa agar mencontoh manajemen yang telah dilakukan Desa Tembokrejo dan Systemiq. Menurutnya, program penanganan sampah harus menjadi salah satu prioritas desa yang dianggarkan lewat APBDes.

“Kami ingin Banyuwangi tidak hanya bersih di kotanya saja, tapi juga di desanya. Untuk itu, saya minta para kades memberi perhatian serius,” tuturnya.

Sementara itu, Chief Delivery Officer STOP Project Systemiq, Andre Kuncoroyekti, mengatakan bahwa Systemiq melibatkan BUMDes sebagai pengelola sampah, dan dilatih mengoptimalkan pengangkutan, pengumpulan dan pengolahan sampah.

“Sekarang 100 persen warga sudah dilayani BUMDes, cakupannya sudah mencapai seluruh rumah tangga di Desa Tembokrejo, yang berjumlah 8.900 rumah tangga, dari awal yang sebelum kami masuk hanya 400 rumah tangga,” kata Andre.

Di TPST Tembokrejo, sampah dari rumah warga dipilah dan dikelola, sampah organik dimanfaatkan untuk kompos dan budidaya larva lalat black soldier fly yang memiliki kemampuan mengurai sampah.

Adapun yang nonorganik, dipilah untuk dijual, dan sejak April 2018 hingga Februari 2019, jumlah sampah nonorganik yang dijual mencapai 10,4 ton.

BUMDes setempat bahkan berhasil menjual sampah yang telah diolah ke Surabaya dan Pasuruan dengan pendapatan Rp25 juta per bulan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...
KRONIK

Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi Ziarah ke Makam Raja-Raja

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat menjadikan sejarah dan perjuangan para ...