Sabtu
13 Juni 2026 | 9 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Buka Pameran Pusaka Khas Ponorogo, Ini Pesan Bupati Sugiri untuk Gen Z

PDIP-Jatim-Sugiri-Sancoko-24062025.

PONOROGO – Pagelaran pusaka menjadi salah satu rangkaian acara Grebeg Suro 2025. Gelaran ini merupakan pameran benda-benda pusaka khas Ponorogo dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, membuka Pagelaran Pusaka yang digelar di kawasan Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo, Senin (23/6/2025) malam.

“Tidak hanya sekadar pameran saja, ini ada beberapa (kegiatan lain) yang kami berikan ruang kepada anak muda untuk memahami, mempelajari ternyata nenek moyang kita ahli dalam metalurgi (ilmu tentang logam),” ujar Sugiri.

Menurutnya, benda-benda pusaka yang dipamerkan memiliki berbagai keunikan secara estetika maupun nilai filosofi. Ia juga menyoroti tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju dalam pembuatan benda-benda pusaka seperti keris, mothik dan sebagainya.

“Memadukan beberapa jenis logam menjadi satu kemudian bagaimana agar logam keras didinginkan serentak pada saat sehingga keris menjadi kuat luar biasa,” jelas Sugiri.

“Tidak mustahil ketika perang pada Zaman Majapahit melawan tentara Tartar itu semua tameng tembus oleh panah kita karena pemahaman terhadap metalurgi kita jauh lebih dalam,” lanjutnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengajak generasi muda untuk mempelajari teknologi yang digunakan nenek moyangnya. Benda-benda pusaka, tambahnya, tidak hanya dikaitkan dengan hal-hal klenik, tapi juga dengan ilmu pengetahuan yang pesat pada zamannya.

Dengan demikian, generasi milenial maupun generasi Z bisa mengembangkan teknologi tersebut untuk kesejahteraan masyarakat secara umum. Untuk itu, perlu adanya rasa cinta untuk melestarikan benda pusaka.

“Terakhir, tentu ada ekonomi kreatif, maka akan tumbuh ekonomi dari perkerisan. Makanya kita apresiasi kalau nanti ada empu yang sedang nempa kita tonton bersama-sama, lalu kemudian kita beli untuk mengapresiasi dari rakyat untuk para pelaku keris,” terangnya.

Sementara itu, ketua panitia Pagelaran Pusaka, Titis Mursito, mengatakan bahwa sebanyak 180 benda pusaka dipamerkan. Benda-benda pusaka yang dipamerkan itu berupa keris khas Jawa, di antaranya dari Kabupaten Ponorogo.

“Dari lima paguyuban itu masing-masing 30 benda dikali lima, jadi 150 benda. Ditambah tombak-tombak yang dipajang itu sekitar 20-30 benda,” tuturnya.

Titis juga memaparkan, keris-keris asal Ponorogo memiliki ciri khas dari segi ketebalan, bentuk yang terkesan lebih gagah dan sebagainya.

“Ini perlu kita edukasikan kepada generasi muda karena bagaimanapun ini adalah warisan budaya nenek moyang kita yang harus dilestarikan, harus dijaga. Bahkan, UNESCO sudah mengakuinya sebagai Warisan Budaya Takbenda,” tandasnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

231 Pengurus PAC Se-Lumajang Dilantik, Komposisi Kader Gen Z dan Perempuan Capai 78 Persen

LUMAJANG – DPC PDI Perjuangan Lumajang menggelar proses pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan ...
HEADLINE

Puncak Bulan Bung Karno 2026, Megawati Resmikan Hasil Renovasi Istana Gebang di Blitar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan hasil renovasi Istana Gebang di Blitar pada ...
KABAR CABANG

Warga Sumberbiru Berterima Kasih, PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih Saat Kemarau

Warga Dusun Sumberbiru, Bondowoso, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dan sembako dari DPC PDI ...
KABAR CABANG

Pagelaran Wayang “Wahyu Pancasila” Diserbu Ribuan Warga Bumi Bung Karno 

Ribuan warga memadati pagelaran wayang kulit “Wahyu Pancasila” di Kelurahan Kaweron, Talun, Blitar. Guntur Wahono ...
KRONIK

Evaluasi Layanan Haji 2026, Hj. Ansari Soroti Fasilitas Hotel dan Transportasi

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, memberikan sejumlah catatan kritis terkait penyelenggaraan ...
SEMENTARA ITU...

Majelis Ngadem Kedungadem Ngaji Pemikiran Bung Karno

BOJONEGORO – Keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan menjadi tema utama dalam Kajian Majelis ...