Sabtu
13 Desember 2025 | 11 : 38

Buka Hanya 2 Jam, Warga Kecewa Layanan Puskesmas

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURESSURABAYA–Kalangan DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota menertibkan pelayanan kesehatan di puskemas. Pasalnya, kurun waktu terakhir, dewan kebanjiran keluhan warga terkait dengan buruknya pelayanan puskesmas.

Terbaru, dewan mendapat laporan Puskesmas Pembantu di Gunungsari tidak melayani masyarakat secara maksimal. “Saya dapat laporan, puskesmas pembantu di Gunungsari buka layanan jam 8 pagi, tapi jam 10 pagi sudah tutup,” kata Armuji, Jumat (5/12/2014).

Padahal, sambung dia, masih banyak warga butuh layanan kesehatan. “Masyarakat yang datang ke puskesmas itu akhirnya banyak yang kecele dan marah-marah karena tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Armuji mengaku tak habis pikir dengan kinerja petugas kesehatan itu. “Bagaimana kalau ada warga yang membutuhkan layanan darurat dan membutuhkan layanan cepat. Kemana saja mereka ini, saat jam dinas kok gak ada di tempat?” ucap legislator yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Tak hanya itu, Jumat siang, Armuji juga memergoki ada empat ambulans yang dipakai kepala Puskemas untuk ikut rapat koordinasi Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) dan layanan rujukan yang digelar Komisi D di ruang Banmus DPRD Surabaya. Keempat ambulans tersebut bernopol L 9010 PP, L 9011 TP, L 9016 RP, dan L 9010 RP.

Melihat itu, Armuji pun langsung menemui sopir ambulans. Salah satunya sopir ambulans Puskesmas Wiyung. Ternyata, sang sopir mengakui kalau ambulans tersebut dipakai tiap hari oleh kepala Puskesmas Wiyung untuk keperluan pribadi.

Kata Armuji, mobil ambulans tidak bileh dipakai untuk kegiatan selain layanan kesehatan. Ambulans harus standby di puskesmas. Ini agar sewaktu-waktu bisa digunakan jika ada warga sakit yang butuh pertolongan. “Ambulans ini khusus untuk mengantar pasien yang sakit. Kok malah dipakai untuk rapat,” ujar dia.

Dalam rapat di banmus, Ketua Komisi D Agustin Poliana juga menyampaikan keluhan dari warga. Salah satunya di Puskesmas Banyuurip yang warga menolak kartu BPJS warga. “Warga tersebut juga tidak diberi rujukan sampai akhirnya nyawanya tak tertolong. Ini kan sangat mengenaskan,” ungkap Agustin.

Agustin mengaku prihatin dengan masih banyak pemegang kartu BPJS yang tidak terlayani dengan baik. “Harus ada langkah cepat dari dinas kesehatan agar masalah ini tidak berlarut-larut,” tutupnya. (pri)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wabup Antok Tekankan Pendidikan Integritas Sejak Dini pada Peringatan Hakordia di Ngawi

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara ...
KRONIK

Novita Hardini Bersama Kemenekraf Gelar Workshop untuk Pegiat Kriya

MAGETAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, menggelar workshop ekonomi kreatif pegiat kriya, di Hotel Bukit ...
SEMENTARA ITU...

DPRD Apresiasi Relokasi Pedagang Kesamben, Minta Pemkab Blitar Sempurnakan Fasilitas di Pasar Sementara

BLITAR – Para pedagang Pasar Kesamben yang terbakar 2022 lalu mulai menempati lokasi relokasi di Lapangan Babadan ...
KRONIK

Ini, Agenda Pertemuan Bupati Ipuk dengan Jajaran Direksi InJourney

JAKARTA – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus berupaya memperkuat peningkatan ekonomi daerah melalui ...
EKSEKUTIF

Raih Adiwiyata Terbanyak, Pemkot Surabaya Gencarkan Edukasi Peduli Lingkungan Sejak Dini

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tahun 2025. Prestasi ...
SEMENTARA ITU...

Pemerataan Pembangunan, Mas Ipin Berangkatkan Satu Keluarga Transmigrasi ke Sidrap

TRENGGALEK – Satu keluarga asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan akan bertransmigrasi ke Provinsi Sulawesi ...