oleh

Bonus Demografi Mengalir ke DPC Magetan, Anak Milenial jadi Sekretaris PAC

-Kabar Cabang-349 kali dibaca

MAGETAN – Bonus demografi melimpahnya kelompok usia produktif dirasakan DPC PDI Perjuangan Magetan. Sejumlah anak muda dari kelompok usia milenial bergabung dan bahkan ditugaskan dalam posisi penting di tubuh Partai.

Adalah Pipit Pujiono, 33 tahun, satu dari sekian milenial Magetan yang masuk dalam struktur partai tingkat kecamatan. Pada musyawarah anak cabang (musancab) lalu, pemuda berkumis tipis ini didapuk menduduki jabatan yang cukup bergengsi di tubuh partai, yakni sebagai Sekretaris PAC Kecamatan Takeran.

“Saya pengagum Bapak Proklamator RI, Bung Karno,” ujar pria kelahiran Mei 1988 ini, Kamis (24/6/2021). Kekaguman terhadap sosok Bapak Bangsa itulah yang membuatnya menjatuhkan pilihan politik dan beraktivitas di PDI Perjuangan.

Selain itu, kata Pipit, ia juga melihat kiprah PDI Perjuangan yang selalu memperhatikan dan peduli pada wong cilik. Sejauh pengamatannya sebelum akhirnya memutuskan bergabung, kepedulian Partai ia lihat tidak saja dari kader-kader yang ada di tingkat pusat.

Kepedulian yang sama juga ia saksikan dari perilaku dan tindakan kader-kader PDI Perjuangan bahkan di tingkat terbawah, yakni Pengurus Anak Ranting (setingkat dusun atau RW).  

Belum lama menjadi Sekretaris PAC Takeran, Pipit telah berkecimpung dalam berbagai kegiatan Partai. Baik di tingkat DPC maupun PAC. Mulai dari bakti Sosial, bersih-bersih sungai dan aksi penanaman pohon dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Internasional, serta rapat kerja cabang.

Pipit berharap, ada lebih banyak lagi anak-anak muda sepantarannya yang masuk ke PDI Perjuangan.

Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Sujatno, Pipit salah satu dari sekian anak-anak muda yang ada dalam jajaran struktur Partai di Magetan. “Struktur Partai di DPC dan PAC banyak diisi anak-anak milenial,” kata Sujatno.

Pria yang juga Ketua DPRD Magetan ini menambahkan, keberadaan Banteng-banteng milenial di tubuh Partai membuktikan bahwa anggapan sebagian masyarakat apalagi yang melabeli anak-anak muda dengan sebutan kaum rebahan sebagai generasi anti sosial, tidaklah benar. “Ini bukti jika generasi muda tertarik dengan bidang politik. Bidang yang menuntut kepekaan sosial yang tinggi,” katanya.  

Sujatno optimis, keberadaan Banteng-banteng milenial di tubuh PDI Perjuangan Magetan dapat memberikan sumbangsih pemikiran maupun tindakan dalam mewujudkan program dan cita-cita PDI Perjuangan. “Sebab generasi muda memiliki energi dan potensi yang besar,” tandasnya.

Bergabungnya anak-anak muda usia milenial di PDI Perjuangan seperti halnya di DPC Magetan, menjadi bukti bahwa bonus demografi melimpahnya kelompok usia produktif mengalir ke tubuh Partai berlambang Banteng Moncong Putih.

Ini seperti hasil survei salah satu lembaga pada Maret lalu yang menyebutkan, top of mind PDI Perjuangan di kalangan milenial Jawa Timur melesat pada angka 22,9 persen. Sementara partai-partai lain hanya mencapai angka satu digit. (rud/hs)