Selasa
03 November 2026 | 9 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Jadi Geopark dan Cagar Biosfer, Ini Peluang Baru yang Bisa Ditangkap

pdip-jatim-blue-fire-kawah-ijen

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penetapan Banyuwangi sebagai kawasan geological park (geopark) nasional atau Taman Bumi dan status sebagai Cagar Biosfer Dunia bakal menjadi pendorong bagi pengembangan wisata.

”Dua status itu kami yakini bisa menjadi instrumen baru untuk mendorong semakin menggeliatkan pariwisata berbasis destinasi alam di Banyuwangi,” kata Anas, kemarin.

Status Geopark Nasional disematkan kepada Banyuwangi pada pekan lalu oleh Komite Geopark Nasional. Terdapat tiga situs yang menjadi landasan penetapan geopark nasional, yaitu Blue Fire di Gunung Ijen, Pulau Merah, dan Taman Nasional (TN) Alas Purwo.

Sebelumnya, status sebagai Cagar Biosfer Dunia ditetapkan oleh UNESCO untuk TN Alas Purwo dan Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang kemudian dinamai Cagar Alam Blambangan.

Penetapan UNESCO itu dilakukan pada sidang International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO ke-28 di Kota Lima, Peru.

Anas mengatakan, Cagar Biosfer (Biosphere Reserves) merupakan situs yang ditunjuk berbagai negara melalui kerja sama program MAB (Man and The Biosphere)-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati.

Adapun Banyuwangi sebagai Geopark nasional didukung keanekaragaman hayati dan budaya. Misalnya, TN Alas Purwo sebagai rumah 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil.

Menurut Anas, saat ini terus berkembang tren wisata sehat. Orang mencari destinasi dengan udara sehat.

Ini terutama pada segmen wisatawan mancanegara dan kelompok kelas menengah ke atas. Mereka tak segan mengeluarkan biaya lebih, asal bisa tenang berwisata dengan udara yang sehat.

”Berwisata kini bukan hanya soal urusan bersenang-senang. Bagi sebagian wisatawan, berwisata adalah aktivitas untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Status sebagai Geopark nasional dan Cagar Biosfer Dunia memberi legitimasi bagi Banyuwangi untuk menawarkan paket wisata yang menyajikan kesehatan udara sekaligus keindahan alam serta budaya,” papar Anas.

Anas berharap, penetapan Banyuwangi sebagai geopark nasional dan cagar biosfer dunia mampu ditangkap sebagai peluang oleh para pelaku wisata setempat.

”Operator tur maupun hotel bisa bikin paket kesehatan, seperti menggabungkan terapi tradisional, akitivitas di taman nasional atau Kawah Ijen, dan konsumsi makanan sehat. Bahkan, misalnya bisa bikin aktivitas yoga, pilates, reflexology, atau akupuntur di sekitar belantara hutan atau pantai,” tambahnya.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...