Senin
22 Juni 2026 | 6 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Jadi Geopark dan Cagar Biosfer, Ini Peluang Baru yang Bisa Ditangkap

pdip-jatim-blue-fire-kawah-ijen

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penetapan Banyuwangi sebagai kawasan geological park (geopark) nasional atau Taman Bumi dan status sebagai Cagar Biosfer Dunia bakal menjadi pendorong bagi pengembangan wisata.

”Dua status itu kami yakini bisa menjadi instrumen baru untuk mendorong semakin menggeliatkan pariwisata berbasis destinasi alam di Banyuwangi,” kata Anas, kemarin.

Status Geopark Nasional disematkan kepada Banyuwangi pada pekan lalu oleh Komite Geopark Nasional. Terdapat tiga situs yang menjadi landasan penetapan geopark nasional, yaitu Blue Fire di Gunung Ijen, Pulau Merah, dan Taman Nasional (TN) Alas Purwo.

Sebelumnya, status sebagai Cagar Biosfer Dunia ditetapkan oleh UNESCO untuk TN Alas Purwo dan Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang kemudian dinamai Cagar Alam Blambangan.

Penetapan UNESCO itu dilakukan pada sidang International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO ke-28 di Kota Lima, Peru.

Anas mengatakan, Cagar Biosfer (Biosphere Reserves) merupakan situs yang ditunjuk berbagai negara melalui kerja sama program MAB (Man and The Biosphere)-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati.

Adapun Banyuwangi sebagai Geopark nasional didukung keanekaragaman hayati dan budaya. Misalnya, TN Alas Purwo sebagai rumah 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil.

Menurut Anas, saat ini terus berkembang tren wisata sehat. Orang mencari destinasi dengan udara sehat.

Ini terutama pada segmen wisatawan mancanegara dan kelompok kelas menengah ke atas. Mereka tak segan mengeluarkan biaya lebih, asal bisa tenang berwisata dengan udara yang sehat.

”Berwisata kini bukan hanya soal urusan bersenang-senang. Bagi sebagian wisatawan, berwisata adalah aktivitas untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Status sebagai Geopark nasional dan Cagar Biosfer Dunia memberi legitimasi bagi Banyuwangi untuk menawarkan paket wisata yang menyajikan kesehatan udara sekaligus keindahan alam serta budaya,” papar Anas.

Anas berharap, penetapan Banyuwangi sebagai geopark nasional dan cagar biosfer dunia mampu ditangkap sebagai peluang oleh para pelaku wisata setempat.

”Operator tur maupun hotel bisa bikin paket kesehatan, seperti menggabungkan terapi tradisional, akitivitas di taman nasional atau Kawah Ijen, dan konsumsi makanan sehat. Bahkan, misalnya bisa bikin aktivitas yoga, pilates, reflexology, atau akupuntur di sekitar belantara hutan atau pantai,” tambahnya.  (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Bulan Bung Karno, Ratusan Warga Serbu Pasar Murah dan Layanan Kesehatan Gratis di CFD SLG

KEDIRI – Ratusan warga memanfaatkan layanan pasar murah, cek kesehatan gratis, dan donor darah yang digelar DPC PDI ...
KABAR CABANG

Haul Bung Karno, PDIP Kediri Libatkan 60 Gen Z dan Gen Alpha dalam Doa Lintas Agama

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar doa lintas agama memperingati Haul Bung Karno dengan melibatkan 60 ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Magetan Ajak Kader Turun ke Lapangan Lewat Gerakan Merawat Pertiwi

PDI Perjuangan Magetan mengajak kader di 18 kecamatan turun langsung ke lapangan melalui Gerakan Merawat Pertiwi ...
KABAR CABANG

Soekarno Fun Walk Tulungagung 2026, Ribuan Masyarakat Lintas Generasi Tumpah Ruah

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar Soekarno Fun Walk 2026 dengan titik start dan ...
KABAR CABANG

PAC Takeran Magetan Gotong Royong Mengecat Tugu Pancasila

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan Hari Lahir Pancasila, sejumlah kader pimpinan anak cabang ...
KABAR CABANG

Peringati Haul Bung Karno, PDIP Trenggalek Gelar Semaan Alquran dan Doa Bersama

DPC PDI Perjuangan Trenggalek memperingati Haul Bung Karno ke-56 dengan semaan Alquran, doa bersama, dan tumpengan ...