Minggu
27 September 2026 | 3 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyu Biru: RRI Harus Jadi Garda Terdepan Saat Ada Bencana, dan Penangkal Hoaks

pdip-jatim-250915-banyu-biru

SURABAYA – Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot menegaskan, Radio Republik Indonesia (RRI) harus memperkuat perannya. Tidak hanya sebagai media informasi publik, tapi juga garda depan saat bencana, penangkal hoaks, serta mitra strategis anak muda di era digital.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi di Surabaya, Kediri, dan Madiun pada akhir Agustus lalu, menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh informasi terhadap dinamika sosial.

“Kerusuhan itu tidak lepas dari derasnya hoaks, disinformasi, dan misinformasi yang beredar. Kalau tidak ada kontrol dan informasi yang benar, situasinya bisa semakin mengerikan. Di sinilah pentingnya peran RRI dengan multiplatform-nya,” ucap Banyu Biru, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (15/9/2025).

Dia menilai, sebagai media publik, RRI memiliki posisi strategis untuk menghadirkan informasi yang akurat, menenangkan, dan mempersatukan masyarakat.

“Kalau ada bencana, listrik padam, sinyal internet hilang, media sosial tidak bisa diakses. Yang masih bisa kita dengar ya radio. RRI harus jadi garda terdepan menyampaikan informasi darurat maupun instruksi resmi pemerintah,” ujarnya.

Selain soal kebencanaan, legislator DPR RI dari Dapil VIII Jawa Timur ini menekankan, RRI harus merangkul generasi muda.

“Anak muda haus informasi cepat, kredibel, dan interaktif. RRI bisa masuk lewat podcast, live streaming, program musik, atau konten edukasi digital. Jangan sampai anak muda merasa radio itu kuno. Justru RRI harus tampil modern, tapi tetap berkarakter,” kata Banyu Biru.

Politisi muda PDI Perjuangan ini juga mengingatkan bahwa peran RRI tak hanya soal informasi, tapi juga menjaga integrasi nasional. Dengan jaringan siaran yang mencakup pelosok dan daerah 3T, RRI diyakini mampu memperkuat rasa persatuan.

“Radio itu perekat dari Sabang sampai Merauke. Integrasi nasional akan lebih kuat kalau RRI serius menjalankan misinya,” tuturnya.

Sementara itu, pemerhati penyiaran sekaligus Komisioner KPID Jawa Timur 2016–2025, Immanuel Yosua, menilai RRI di Jawa Timur punya kekuatan signifikan bagi stabilitas sosial dan politik regional.

“Selain jangkauan teknis, RRI punya modal sosial sebagai media terpercaya. Saat kerusuhan atau bencana, masyarakat butuh sumber informasi yang kredibel,” kata Yosua.

“Kalau mampu mengelola konten sesuai kultur Arek, Mataraman, Madura, dan Pandalungan, RRI bisa jadi rujukan utama,” imbuh Koordinator Mitra Publik Indonesia (MPI), lembaga yang konsen di keterbukaan informasi dan diseminasi informasi ini. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Amithya Desak Korban Kekerasan di Sekolah Dapat Trauma Healing dan Pendampingan Intensif

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ajak Santri Warisi Semangat Resolusi Jihad dan Terapkan dalam Kehidupan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menitipkan pesan kepada para santri agar terus mewarisi semangat ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Kibarkan Bendera Setengah Tiang Hormati Wafatnya Guruh Soekarnoputra

MAGETAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus ...
KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...