Senin
24 Agustus 2026 | 10 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyak ASN Sakit, Bupati Maryoto Instruksikan WFO Hanya 25 Persen

pdip-jatim-maryoto-120721

TULUNGAGUNG – Bupati Maryoto Birowo menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Tulungagung untuk bekerja di kantor hanya 25 persen. Instruksi ini menyusul semakin banyaknya ASN yang sakit dan terkonfirmasi Covid-19.

“Saat ini banyak ASN kita yang sakit. Karena itu, untuk WFO (work from office) tidak lagi 50 persen bagi OPD yang jumlah ASN-nya banyak, tetapi sudah 25 persen,” ungkap Bupati Maryoto di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (12/7/2021).

Menurut kader PDI Perjuangan ini, WFO 25 persen bagi OPD dengan jumlah ASN banyak di lingkungan Pemkab Tulungagung tersebut akan berlaku mulai Selasa (13/7/2021). “Jadi besok sudah saya instruksikan dimulai,” tandasnya.

Pihaknya mengakui pula jika wafatnya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto Wicaksono (Yoyok) setelah terkonfirmasi Covid-19.

Meski Pemkab Tulungagung sudah berupaya semaksimal mungkin dalam memproteksi dengan penerapan protokol kesehatan ketat mulai tingkat staf sampai pejabat eselon II. “Ya ada indikasinya (terkonfirmasi positif Covid-19) begitu,” beber Maryoto.

Yoyok yang selama ini menderita sakit ginjal meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021) pukul 21.15 WIB setelah mendapat perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Sebelumnya, di hari yang sama pada pukul 18.00 WIB, Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Tulungagung, Junaedi, juga meninggal dunia.

Menurut Maryoto, jabatan Kepala Dindikpora Kabupaten Tulungagung yang ditinggal Yoyok segera diisi pejabat pelaksana tugas (Plt). Apalagi untuk jabatan Sekretaris Dindikpora Kabupaten Tulunaggung juga belum terisi.

“Nanti kan banyak ada Asisten Sekda, ada siapa yang eselon II, nanti kita posisikan di sana (sebagai Plt Kepala Dindikpora),” sambung dia.

Dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Tulungagung, imbuh Maryoto, saat ini sedang diupayakan penambahan tempat tidur bagi pasien Covid-19 di seluruh fasilitas kesehatan. Termasuk di Puskesmas.

“Ini juga sudah ditambah Rusunawa Jepun dan dioptimalkan lagi kampung tangguh. Untuk sementara 10 puskesmas penyangga masih mampu menampung. Kalau sudah tidak bisa menampung akan ditambah lagi puskesmas penyangga,” pungkasnya. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Kejar Manajemen Talenta ASN, 121 Pejabat Baru Bisa Kembali Dimutasi 6 Bulan Lagi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengejar manajemen talenta ASN. Sebanyak 121 pejabat yang baru dilantik ...
KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...