oleh

Banteng Tulungagung Berburu Lahan Kosong

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Tulungagung sampai saat ini sudah menanam 30 ribu bibit pohon di sebagian wilayah Kabupaten Tulungagung. Rencananya, penanaman tersebut akan terus berlanjut sampai Mei 2021 depan.

“Target kami sampai bulan Mei ada 48 ribu bibit pohon yang akan kami tanam,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Susilowati, Rabu (14/4/2021).

Menurut dia, penanaman bibit pohon dalam rangka penghijauan itu terus dilakukan banteng Tulungagung secara berkesinambungan. Termasuk yang terakhir dilakukan di Bantaran Kali Ngrowo di Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu.

“Di bantaran Kali Ngrowo ini kami menanam sebanyak 215 bibit pohon. Ada bibit pohon nangka, kemudian pohon alpukat, pohon pete dan sebagainya,” paparnya.

Penanaman bibit pohon di pinggir Kali Ngrowo tersebut, lanjut Susilowati, direncanakan degan jumlah yang lebih banyak lagi. Namun karena keterbatasan lahan penanaman akhirnya hanya 215 bibit pohon yang dapat tertanam.

“Ternyata di Bantaran Kali Ngrowo sudah penuh dengan penghijauan. Lahan yang masih kosong itu hanya bisa ditanami 215 bibit pohon saja,” beber Susilowati.

Lebih lanjut ia menyatakan akan terus melakukan penanaman bibit pohon di lahan-lahan kosong yang memungkinkan ditanami di wilayah Kabupaten Tulungagung. Utamanya, di wilayah PAC yang punya lahan untuk itu.

“Sudah banyak PAC yang meminta bibit pohon untuk ditanam di daerahnya. Setelah ini kami akan bagikan bibit pohon ke PAC Sumbergempol. Mereka minta juga saat kami datang silaturahim sembari gowes ke PAC Sumbergempol pekan lalu,” terang dia.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Tulungagung ini menyebut gerakan penanaman bibit pohon dalam rangka HUT PDI Perjuangan ke-48 tersebut dimulai sejak Februari 2021 lalu.

“Dan kami akan terus melakukan penanaman bibit pohon sampai bulan Mei nanti,” sebutnya.

Saat menanam bibit pohon di Bantaran Kali Ngrowo sejumlah pengurus DPC PDI Perjuangan hadir. Termasuk di antaranya perwakilan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung.

Pelibatan kader banteng yang hanya perwakilan ini untuk menghindari banyaknya kader berkumpul karena masih dalam masa pandemi Covid-19. (atu/pr)