Rabu
22 Juli 2026 | 5 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng-Banteng Magetan di Garis Depan Pelestarian Karawitan

pdip-jatim-magetan-111021-seni-budaya-magetan-a

MAGETAN – “Kami sudah kembali latihan,” kata Parmin, Penanggungjawab Kelompok Seni Karawitan Mulyo Budoyo kepada pdiperjuangan-jatim.com, Rabu (11/10/2021).

Sejak awal pandemi Covid-19 hingga beberapa waktu berjalan, kelompok beralamat di Desa Ngunut Kecamatan Kawedanan ini memilih meliburkan diri. Biasanya, aktivitas latihan dilaksanakan saban Minggu.

Berlatih kembali setelah sekian waktu rehat, Parmin mengungkapkan betapa girangnya para pengrawit yang tergabung dalam kelompok ini. Perasaan yang ia gambarkan serupa dengan awal pendirian kelompok ini pada 3 tahun lalu.

Ketika itu, kenang Parmin yang juga Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Magetan, ia menangkap kegelisahan dari sejumlah seniman akan masa depan kebudayaan nusantara, khususnya karawitan di antara gempuran budaya asing.

Pada bagian lain, sejumlah kader maupun anggota Partai yang memiliki kemampuan dalam menabuh berbagai gamelan mempunyai keinginan serupa untuk membentuk kelompok karawitan. Singkat cerita, Kelompok Seni Karawitan Mulyo Budoyo pun terbentuk kala itu.

Di kelompok ini, Parmin bukan satu-satunya kader Banteng. Sejumlah kader Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting juga menjadi pengrawit dalam kelompok ini. Berkepribadian di bidang kebudayaan sebagai falsafah Tri Sakti Bung Karno, menjadi spirit tersendiri bagi mereka menapaki garis depan usaha pelestarian karawitan.

“Karawitan Mulyo Budoyo ini sebagai upaya melestarikan kebudayaan Nusantara, khususnya budaya Jawa,” ujar Parmin, mantan anggota DPRD Magetan ini.   

Kebudayaan, kata dia, harus dilestarikan dengan segenap kekuatan dari seluruh komponen bangsa. Sebab, bukan tak mungkin kebudayaan Indonesia akan menghilang di antara berbagai “tawaran” budaya asing yang lalu lalang dalam dunia yang kini tak berjarak.

Berlatih karawitan, menurut Parmin sangat penting untuk melestarikan budaya. Karawitan merupakan warisan nenek moyang yang bernilai tinggi. Kerumitan pada cara memainkan berbagai gamelan pada karawitan, menjadi salah satu faktor penyebab tak semua orang mau belajar kesenian ini.

“Kita awali dengan perasaan senang, jadi saat latihan cepat bisa. Dengan belajar karawitan, keahlian juga bertambah. Serta muncul perasaan bangga telah ikut melestarikan kesenian tradisional. Nambah ilmu dan hiburan juga. Ini seni budaya kita yang harus dilestarikan,” tandas Parmin. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Dorong Standar Ketat Penyelenggaraan Event Olahraga

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta pemerintah daerah dan penyelenggara memperketat ...
LEGISLATIF

Ketua DPRD Blitar Ingatkan Anggota Dewan Jaga Integritas dan Marwah Lembaga

BLITAR – Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi mengingatkan seluruh anggota DPRD agar senantiasa menjaga etika, ...
KRONIK

Peringati 30 Tahun Peristiwa Kudatuli, Ini Pesan Megawati untuk Anak Muda Indonesia

JAKARTA – Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri secara khusus menitipkan pesan mendalam yang ditujukan bagi ...
HEADLINE

Said Abdullah Salurkan Seluruh Dana Reses untuk Renovasi Rumah Warga Miskin di Sumenep

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Said Abdullah menyalurkan seluruh dana reses periode ini untuk membantu ...
LEGISLATIF

Zulham Dorong Pasar Sumedang Dikerjasamakan dengan Swasta agar Tak Terus Mangkrak

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarok mendorong pengelolaan Pasar Sumedang ...
KRONIK

Megawati Hadiri Pameran Foto Refleksi 30 Tahun Kudatuli

JAKARTA – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri menghadiri ...