Sabtu
02 Mei 2026 | 10 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banjir Bandang, Pemkab Probolinggo Bangun Jembatan Alternatif

pdip-jatim-eksekutif-200122-kab-probolinggo-a

KABUPATEN PROBOLINGGO – Rusaknya 2 jembatan karena terjangan banjir bandang di Kabupaten Probolinggo ditinjau langsung Plt Bupati Timbul Prihanjoko. Selain gotong royong pembangunan jembatan alternatif, Pemkab Probolinggo menyiapkan skema untuk memperbaiki jembatan permanen.

Plt Bupati Timbul Prihanjoko bersama sejumlah pejabat Forkopimda memantau dua jembatan di Desa Gunggungan Kidul Kecamatan Pakuniran, Rabu (19/1/2022).

Plt Bupati yang juga Kader PDI Perjuangan itu mengatakan, akan meminta kepada tim ekspedisi untuk melihat dan menelusuri apa yang menyebabkan banjir terjadi. Sehingga saat ini, penelusuran penyebab banjir menjadi prioritas terlebih dahulu.

“Kita cek bagaimana kondisi, sehingga ketika nanti diperbaiki kejadian terulang diharapkan tidak terjadi kembali. Tapi untuk sementara, kita bikin jembatan alternatif secara gotong royong,” ujar mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo itu.

Saat ini, proses kalkulasi juga masih dilakukan. Agar, anggaran yang dikeluarkan untuk perbaikan sesuai dengan yang diharapkan dan tentunya ketika terjadi hujan tidak lagi terjadi banjir.

Dua unit jembatan yang harus segera dikebut pengerjaannya tersebut diantaranya berada di Dusun Pancor Selatan dengan bentang sungai mencapai 50 meter dan satu lagi berada di Dusun Pancor Utara dengan bentang sungai mencapai 18 meter. Kedua struktur jembatan tersebut hanyut terbawa arus banjir bandang.

Diketahui, hujan disertai angin kencang terjadi sejak Senin (17/1/2022). Hal itu, mangakibatkan banjir bandang yang terjadi di Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo

Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, setidaknya ada dua jembatan yang putus akibat bencana alam tersebut. Selain seorang warga bernama Sunijar (60) juga ditemukan meninggal dunia. 

Hujan deras yang mengguyur Probolinggo selama beberapa jam menyebabkan debit air sungai meningkat dan alirannya menjadi cukup deras, hingga menyebabkan dua jembatan antar-dusun terputus karena badan jembatan tidak kuat menahan terjangan derasnya arus sungai. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...
KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...