Selasa
27 Oktober 2026 | 3 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banggar DPRD Sidoarjo Sorot Gagal Target Laba BUMD

IMG-20250711-WA0014_copy_909x607

SIDOARJO — Badan Anggaran (banggar) DPRD Sidoarjo memberikan sejumlah catatan kritis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Juru bicara Banggar, Raymond Tara Wahyudi menyampaikan, beberapa jenis pendapatan seperti dividen atau pembagian laba BUMD, DAK, dan hibah tidak mencapai target. Dan, dokumen pertanggungjawaban dinilai belum menguraikan secara rinci penyebabnya.

“Transparansi dan penjelasan rinci sangat penting, agar publik tahu ke mana dan bagaimana uang daerah digunakan. Ini belum maksimal dijelaskan,” tambah Raymond.

Bab pendapatan, legislator asal PDI Perjuangan tersebut menyampaikan bahwa pengelolaan APBD 2024 mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp5,33 triliun atau 104,86% dari target. Serta surplus anggaran senilai Rp82,04 miliar.

Hal belanja, Badan Anggaran memaparkan bahwa realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp5,25 triliun atau 92,96% dari alokasi anggaran. Meninggalkan sisa anggaran di berbagai pos penting.

Belanja pegawai terealisasi 95,2% dengan sisa Rp90,08 miliar, belanja barang/jasa 90,5% (sisa Rp177,6 miliar), dan belanja modal hanya 85,1%, menyisakan Rp117,15 miliar.

Salah satu poin krusial dalam laporan adalah kas daerah per 31 Desember 2024 sebesar Rp642,7 miliar, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

Namun, DPRD menekankan bahwa hingga kini belum tersedia informasi resmi mengenai berapa porsi dana yang telah terikat dalam APBD 2025 dan berapa yang bebas pakai (Silpa).

“Informasi ini penting untuk kami menentukan kebijakan penggunaan Silpa. Apakah ini akan dimanfaatkan untuk infrastruktur, pendidikan, atau sektor strategis lainnya,” ujar Raymond.

Dalam penutupnya, DPRD mendorong Pemkab Sidoarjo untuk menjadikan laporan ini sebagai evaluasi menyeluruh terhadap manajemen keuangan. Tidak hanya sebagai formalitas teknis. Akuntabilitas, transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan fiskal diharapkan benar-benar diwujudkan.

“Kami ingin keuangan daerah tidak hanya sekadar urusan angka, tapi menyentuh tujuan utama: menciptakan Sidoarjo yang adil, makmur, dan bebas korupsi,” tandasnya.(hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...