Sabtu
12 September 2026 | 6 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banggar DPRD Sidoarjo Sorot Gagal Target Laba BUMD

IMG-20250711-WA0014_copy_909x607

SIDOARJO — Badan Anggaran (banggar) DPRD Sidoarjo memberikan sejumlah catatan kritis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Juru bicara Banggar, Raymond Tara Wahyudi menyampaikan, beberapa jenis pendapatan seperti dividen atau pembagian laba BUMD, DAK, dan hibah tidak mencapai target. Dan, dokumen pertanggungjawaban dinilai belum menguraikan secara rinci penyebabnya.

“Transparansi dan penjelasan rinci sangat penting, agar publik tahu ke mana dan bagaimana uang daerah digunakan. Ini belum maksimal dijelaskan,” tambah Raymond.

Bab pendapatan, legislator asal PDI Perjuangan tersebut menyampaikan bahwa pengelolaan APBD 2024 mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp5,33 triliun atau 104,86% dari target. Serta surplus anggaran senilai Rp82,04 miliar.

Hal belanja, Badan Anggaran memaparkan bahwa realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp5,25 triliun atau 92,96% dari alokasi anggaran. Meninggalkan sisa anggaran di berbagai pos penting.

Belanja pegawai terealisasi 95,2% dengan sisa Rp90,08 miliar, belanja barang/jasa 90,5% (sisa Rp177,6 miliar), dan belanja modal hanya 85,1%, menyisakan Rp117,15 miliar.

Salah satu poin krusial dalam laporan adalah kas daerah per 31 Desember 2024 sebesar Rp642,7 miliar, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

Namun, DPRD menekankan bahwa hingga kini belum tersedia informasi resmi mengenai berapa porsi dana yang telah terikat dalam APBD 2025 dan berapa yang bebas pakai (Silpa).

“Informasi ini penting untuk kami menentukan kebijakan penggunaan Silpa. Apakah ini akan dimanfaatkan untuk infrastruktur, pendidikan, atau sektor strategis lainnya,” ujar Raymond.

Dalam penutupnya, DPRD mendorong Pemkab Sidoarjo untuk menjadikan laporan ini sebagai evaluasi menyeluruh terhadap manajemen keuangan. Tidak hanya sebagai formalitas teknis. Akuntabilitas, transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan fiskal diharapkan benar-benar diwujudkan.

“Kami ingin keuangan daerah tidak hanya sekadar urusan angka, tapi menyentuh tujuan utama: menciptakan Sidoarjo yang adil, makmur, dan bebas korupsi,” tandasnya.(hd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah Dorong Informasi Sertifikasi Halal Diperkuat, UMKM Harus Mudah Akses Layanan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mendorong penguatan penyebaran informasi dan ...