Selasa
21 Juli 2026 | 3 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bamus DPRD Surabaya Tak Setujui Pansus Corona, Fraksi PDIP: Keputusan Tepat

pdip-jatim-syaifuddin

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya menilai kinerja Wali Kota Tri Rismaharini dalam menangani Covid-19 sudah bagus. Sehingga keputusan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Surabaya tidak menyetujui Pansus Covid-19 dinilai sudah tepat.

“Kami menilai Wali Kota Risma beserta seluruh jajaran Pemkot Surabaya bekerja keras menangani pandemi Covid-19 sejak 14 Maret 2020 sampai sekarang,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri di Surabaya, Kamis.

Pihaknya bersyukur pimpinan dan anggota Bamus DPRD Surabaya memiliki kebijaksanaan dengan mengambil keputusan tepat memutuskan untuk tidak menyetujui usulan pembentukan Pansus Covid-19 dalam rapat Bamus pada Jumat (15/5/2020).

Syaifuddin mengatakan Fraksi PDIP sejak awal berpendapat fungsi pengawasan DPRD terkait penanganan Covid-19 lebih tepat dijalankan melalui kinerja komisi-komisi.

Saran-saran DPRD, kritik, masukan atau pandangan anggota-anggota DPRD, lanjut Syaifuddin, bisa disampaikan dalam rapat-rapat komisi dimana perwakilan semua fraksi ada di sana.

“Tentu ada banyak yang perlu dibenahi dari kinerja Pemkot Surabaya, namun Fraksi PDI Perjuangan memandang DPRD tidak perlu membentuk Pansus Covid-19,” ujarnya.

Sejak awal digulirkan oleh sejumlah fraksi, terang dia, gagasan membentuk Pansus Covid-19 sudah menuai pro-kontra dan berlanjut dalam rapat Bamus DPRD Kota Surabaya.

“Pimpinan Badan Musyawarah juga sudah berupaya menempuh jalan musyawarah, sesuai ketentuan di Tata Tertib DPRD. Namun tetap tidak terjadi mufakat di antara anggota Bamus yang mewakili fraksi-fraksi,” terang Syaifuddin.

Akhirnya, karena harus diputuskan, pimpinan Bamus memutuskan jalan voting. Dari 16 anggota dan pimpinan Bamus yang mengisi absen dan semula hadir, 13 orang berada di ruang rapat saat pemungutan suara.

“Voting pertama, tercapai komposisi 7 suara menolak Pansus Covid-19, dan 6 suara mendukung Pansus. Tiga anggota Bamus tidak ada di ruangan rapat,” katanya.

Namun karena ada peserta yang tidak ikut voting dan kemudian masuk ruangan rapat kembali, akhirnya para pengusul Pansus Covid-19 meminta pimpinan rapat mengulang voting. Tercapai komposisi final, 8 suara menolak Pansus Covid-19, dan 5 suara setuju pembentukan Pansus Covid-19.

“Suara yang menolak pansus bertambah 1 orang. Sebaliknya, sebelum dilaksanakan voting kedua, 3 orang anggota Bamus meninggalkan ruangan rapat. Total suara tetap 13,” jelas dia.

Sedangkan suara Fraksi PDI Perjuangan sejumlah lima orang di Badan Musyawarah tetap solid dan utuh. Sejak voting pertama dan kedua, tidak ada yang meninggalkan ruangan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...