oleh

Bambang DH Bantu Rara, yang Jadi Yatim Piatu Karena Covid

-Legislatif-44 kali dibaca

SURABAYA – Wajahnya agak malu-malu saat tim anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Bambang DH dibantu satgas covid RW 03 Jagiran Kelurahan Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya memberikan bantuan paket sembako yang cukup berat untuk anak seusianya.

Iona Annora Nurani Anindia atau akrab dipanggil Rara (11) harus ditinggal kakek, nenek dan ayahnya dalam satu minggu karena Covid. Ibunya sendiri juga telah meninggal dunia.

Gadis kecil berambut ikal ini sekarang diasuh bibinya yang mengalami disabilitas. Dia tinggal di rumah sederhana di kawasan Jagiran Gang I, Kota Surabaya. 

Sebelumnya, Rara dan saudaranya telah kehilangan ibunya yang meninggal dunia. Keduanya lantas tinggal satu rumah bersama kakek, nenek dan ayahnya.

Namun, dalam waktu yang tidak berapa lama, kakek, nenek dan ayahnya yang menjaga Rara selama ini pun meninggal karena Covid.

“Keluarganya tertular dari ayahnya yang bekerja sebagai sopir,” ujar Kasman, Ketua RW 03 Jagiran, Kamis (5/8/2021).

“Tidak berapa lama mendapatkan perawatan, kakek, nenek meninggal dunia kemudian disusul ayahnya,” terang Kasman.

Menurut Kasman, untuk sementara, kebutuhan sehari-hari Rara dan saudaranya dipenuhi dari posko, tapi juga banyak dari masyarakat sekitar yang kasihan melihat nasib anak-anak.

“Kita sudah koordinasi dengan Pak Camat tentang kondisi Rara dan saudaranya, dan sedang diupayakan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Bambang DH sendiri selama pandemi telah membagi lebih dari 15 ribu paket sembako untuk warga terdampak pandemi baik di Kota Surabaya maupun Kabupaten Sidoarjo.

Bantuan yang dibagi di bulan Juli merupakan program Reses Perorangan Masa Sidang V Tahun 200-2001.

“Bantuan paket sembako ini diharapkan meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi, baik yang sedang isoman maupun masyarakat yang pendapatannya berkurang,” kata Wali Kota Surabaya periode 2002-2010 ini.

Dia merasa sangat senang karena sekarang gerakan membantu masyarakat menjadi gerakan bersama. Di kondisi sulit seperti ini, ujar Bambang DH, sudah menjadi kewajiban yang mampu membantu masyarakat yang sedang kesusahan. (goek)