oleh

Atasi Wabah PMK, Ji Zinal Desak Pemprov Jatim Cari Solusi Alternatif

-Kronik-12 kali dibaca

SUMENEP – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak kian menggila. Di Kabupaten Sumenep, wabah ini sudah menyerang hampir semua sapi milik peternak. Melihat kondisi tersebut, anggota Komisi II DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur segera mencari solusi untuk mengatasi wabah PMK. Menurutnya, wabah ini sangat meresahkan bagi para peternak.

“Wabah PMK ini tidak hanya terjadi di Sumenep. Tapi di seluruh Jawa Timur. Bahkan, Jawa Timur masuk yang terbanyak se-Indonesia. Makanya, kami berharap kepada Pemprov Jatim untuk segera mencari solusi alternatif bagi peternak, karena selama ini suntik vitamin yang disediakan oleh Pemkab Sumenep tidak memadai,” ujar Ji Sinal, panggilan akrab H. Zainal Arifin, Kamis (30/6/2022).

Sementara pendistribusian vaksin PMK di Sumenep, menurut Ji Sinal, hingga saat ini masih terbilang minim. Dia menjelaskan, vaksin yang masuk ke Sumenep diperkirakan tidak sampai 10 persen dari jumlah kebutuhan.

“Sebenarnya masyarakat sangat antusias untuk menerima vaksin itu. Tapi, vaksin yang diberikan oleh Pemprov Jatim tidak seberapa. Hanya sebagian kecil saja yang dapat, sehingga masyarakat jadi bingung,” jelasnya.

Karena itu, tambah Ji Sinal, dirinya berinisiatif untuk membeli obat atau vitamin secara pribadi, kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berada di daerah pemilihannya, yang meliputi Kecamatan Ambunten, Pasongsongan, Dasuk, dan Rubaru.

“Untuk di dapil saya sendiri, saya mencoba mengambil langkah untuk membeli obat sendiri, sesuai dengan kemampuan saya sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan,” ungkap dia.

Tak hanya itu, tambah Bendahara DPC PDI Perjuangan Sumenep itu, melalui komisinya, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) agar segera menyediakan vaksin sesuai kebutuhan masyarakat Sumenep.

“Beberapa hari yang lalu, kami di Komisi II memanggil Kepala DKPP, dan mereka siap menghadap kita, untuk menyampaikan langkah-langkah dan solusi dalam mengatasi wabah PMK ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan vaksinasi terhadap sapi sebagai bentuk antisipasi meluasnya wabah penyakit mulut dan kuku.

“Kami sudah menerima 3.000 dosis vaksin PMK. Mulai kemarin petugas kami sudah keliling melakukan vaksinasi. Targetnya, vaksinasi 3.000 dosis ini selesai pada 7 Juli 2022,” ujarnya.

Vaksinasi PMK dengan 3.000 dosis tersebut dilakukan untuk sapi di Kecamatan Kota Sumenep 30 ekor, Kecamatan Gapura 20 ekor, Kecamatan Lenteng 50 ekor, Kecamatan Pasongsongan 500 ekor, Kecamatan Saronggi 400 ekor, dan Kecamatan Gili Genting 2.000 ekor.

“Jumlah vaksin itu belum mencukupi untuk populasi sapi di Sumenep yang mencapai 383.961 ekor. Kami sudah mengajukan penambahan dosis vaksin PMK ke Pemprov Jatim,” pungkasnya. (set)