Senin
12 Oktober 2026 | 6 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anggaran Bantuan Permakanan bagi Lansia Surabaya Dinaikkan

pdip-jatim-agustin-titin

SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, anggaran permakanan untuk warga lanjut usia (lansia) di Kota Pahlawan senilai Rp 11.000 per lansia sekarang dinilai sudah tidak layak lagi.

Karena itu, pihaknya menargetkan anggaran pemberian makanan tambahan tersebut naik dari Rp 11.000 menjadi Rp 15.000 per orang pada 2018.

Penambahan nominal bantuan permakanan itu bakal dimasukkan dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Kota Surabaya tahun 2018,

“Kami berharap nilai kelayakan anggaran pemberian makanan tambahan lansia bisa naik menjadi Rp 15 ribu per orang bruto, atau belum dipotong PPN. Tapi kalau bersihnya sudah dipotong PPN, per lansia mendapat Rp12.500,” kata Agustin, kemarin.

Menurut dia, nilai tersebut sudah mencakup nasi, lauk-pauk, buah dan air mineral.

Namun, lanjut Titin untuk sementara ini Komisi D DPRD Surabaya masih memperjuangkan nilai Rp Rp 11.500  yang diberikan netto, melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD Kota Surabaya tahun 2017 di KUA PPAS. Sehingga anggaran itu bisa terealisasi selama 4  bulan kedepan.

Selain menambah nilai anggaran, sebut Agustin, Komisi D juga mendorong penambahan jumlah kuota lansia yang mendapatkan anggaran permakanan.

Menurut legislator dari PDI Perjuangan ini, kuota sebesar 11.000 lansia yang ada saat ini sudah tidak relevan lagi.

“Jumlah lansia sekarang di Surabaya sebanyak 65 ribu orang. Itu belum ditambahkan dengan jumlah anak yatim piatu dan penyandang cacat,” ujarnya.

Untuk masalah ini, pihaknya mengharapkan peran serta dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya untuk memberikan data jumlah penduduk Surabaya yang sudah memasuki usia 60 tahun.

“Saya pikir Dispendukcapil sudah punya datanya. Kalau jumlah lansia 65 ribu orang, maka bisa diambil tengahnya dulu 30 ribu lansia yang dapat anggaran permakanan,” ucap perempuan yang sudah empat periode sebagai wakil rakyat ini.

Jumlah lansia itu, menurutnya, belum ditambahkan dengan jumlah anak yatim piatu dan penyandang cacat.

Hanya saja, tambah Agustin, data sekarang yang baru mendapat anggaran permakanan masih sebatas 11.000 lansia.

“Tapi juga diingat, anggaran itu juga harus tepat sasaran. Untuk itu, data lansia harus seakurat mungkin,” tegas Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko: Keselamatan Penumpang Penyeberangan Harga Mati, Bukan Kompromi Bisnis

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko menegaskan keselamatan jiwa pengguna jasa transportasi ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...