Kamis
20 Agustus 2026 | 7 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Adi: PDIP Jadi Pelopor untuk Memperkuat Peran Kaum Ibu di Ruang Publik

pdip-jatim-adi-sutarwijono-bimtek

SURABAYA – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Surabaya bakal terus mendorong kebijakan publik dan aksi untuk memperkuat peran kaum ibu dalam berbagai bidang kehidupan.

“Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember ini menjadi momentum bagi semua kalangan untuk memperkuat dukungan kepada kaum ibu agar bisa berkiprah luas di berbagai bidang,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono di Surabaya, Minggu (22/12/2019).

Dia menyebutkan, PDIP terbukti menjadi partai politik pelopor di tanah air, yang memperkuat peran kaum ibu di ruang publik. Untuk itu, lanjut Awi, sapaan akrabnya, pihaknya mendorong kebijakan yang mampu menciptakan prinsip kesetaraan warga negara tanpa diskriminasi gender.

“Dalam berorganisasi, kami diajarkan untuk disiplin menjaga ruang itu. Struktur kepengurusan PDI Perjuangan di semua tingkatan, wajib menjaga 30 persen keterwakilan kaum perempuan,” terangnya.

Menurut Awi, PDIP sejak awal telah mengakui kepeloporan kaum ibu dalam memajukan Indonesia di semua bidang. Bapak Bangsa dan Presiden RI pertama, Bung Karno, telah meletakkan paradigma kesetaraan dengan menyatakan: perempuan adalah jalan peradaban bagi kemajuan Indonesia.

“Laki-laki dan perempuan bagaikan dua sayap seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya,” kata Adi mengutip Bung Karno.

Bung Karno pula yang menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu lewat Keputusan Presiden 316 Tahun 1959. Pada 22 Desember dipilih bertepatan dengan Kongres Perempuan I pada 1928.

“Dari historisnya, Hari Ibu sebenarnya lahir dari kebijakan politik yang mengakui peran kaum perempuan di ranah publik. Jadi PDI Perempuan mengakui kiprah perempuan di urusan publik, bahwa perempuan harus dilibatkan dalam kebijakan publik strategis, selain urusan privat,” jelas Awi.

Jiwa kerakyatan Bung Karno salah satunya juga dibentuk oleh Sarinah, pengasuhnya di masa kecil. Dalam buku biogranya, Sukarno mengakui peran Sarinah yang disebutnya menanamkan rasa cinta, welas asih, kepada rakyat jelata.

Kemudian, lanjut Adi, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri adalah presiden perempuan pertama di Indonesia. PDIP juga menempatkan Puan Maharani sebagai Ketua DPR perempuan yang pertama.

Bahkan di Kota Surabaya, PDIP juga menugaskan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota perempuan pertama dalam sejarah di Kota Pahlawan. Di lembaga legislatif DPRD Kota Surabaya, PDIP menempatkan 33 persen wakil rakyat perempuan dari 15 kursi yang didapatkan.

“PDI Perjuangan terbukti telah mampu menempatkan ibu dalam peran-peran puncak, yang sebelumnya didominasi oleh kaum laki-laki. Partai kami telah membuktikan diri untuk menemptkan kaum ibu sebagai penggerak perubahan dan kemajuan bagi masyarakat dan bangsa ini,” kata Ketua DPRD Surabaya ini. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Pedagang Pasar Melek Teknologi agar Tak Tergusur Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi dengan ...
LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Soroti Gerobak Cinta dan Kebocoran Retribusi Pasar

JEMBER – Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggeser anggaran sejumlah program ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab atas Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak ikut bertanggung jawab atas rencana pinjaman daerah Rp786,573 ...
SEMENTARA ITU...

Kurangi Ketergantungan Impor, Trenggalek Mulai Kembangkan Bawang Putih

Trenggalek mulai mengembangkan bawang putih di Kecamatan Pule untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus ...