Kamis
22 Oktober 2026 | 1 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Abon d’emmak, Strategi Emak-Emak Naikkan Nilai Jual Ikan Kepulauan

PDIP-Jatim-Abon-Thahirah-06052021

SUMENEP – Tahun 2018, dengan modal 200 ribu Thahira As’ad Abdullah nekat merintis usaha Abon d’emmak. Kenekatan itu berangkat dari kondisi sore yang menjemukan: ibu-ibu sebayanya duduk di depan rumah tanpa penghasilan. Dia berpikir, alangkah baiknya jika para ibu itu memiliki penghasilan. Pasti rumah tangga mereka akan lebih bergairah, dan asap di dapur mereka akan mengepul dengan asap yang lebih pekat.

Merintis usaha mandiri tidaklah seperti membalikkan telapak tangan. Thahira harus pontang-panting sendiri memulai usaha dan merekrut ibu-ibu yang bersedia berkejasama dengannya.

“Kemarin itu ada program CSR-nya Kangean Energy Indonesia. Kebetulan saya jadi koordinator untuk ibu-ibu. Tapi saya tidak ikut dalam kelompok itu. Terus, ketika saya melihat ibu-ibu yang dilatih Kangean Energy Indonesia tidak jalan, saya minta ijin untuk mengajak mereka bekerjasama. Waktu itu, modalnya 200 ribu plus bantuan alat,” ujar Thahira, mengenangkan masa awal dirinya merintis usaha, Jumat (7/5/2021).

Selang tiga tahun, Abon d’emmak mulai mendapatkan penikmat. Saban bulan, Thahira mampu  memproduksi abonnya 300-400 bungkus.

“Kita menjualnya dengan harga 17.500 perbungkus. Jika ingin dijual kembali, yaa silakan. Tapi jangan lebih dari 25.000,” jelas Thahira sambil tertawa.

Sejauh ini, perempuan yang menjabat Bendahara Ranting PDI Perjuangan Pagerungan Besar, Sapeken itu menjual produk abonnya ke toko-toko di Sumenep, Surabaya, Riau, Singapora, Arab Saudi, dan lainnya. Penjualan itu bisa melalui media sosial, kenalannya, dan lainnya.

“Saya sudah memiliki 5 orang pegawai. Mereka semua perempuan. Itulah semangat awal saya, membuat ibu-ibu itu memiliki penghasilan tambahan,” urai Thahira tentang perjalanan usaha Abon d’emmaknya.

Beberapa varian abon yang ditawarkan Thahira antara lain, baby tuna, putihan, smart abon banjar, baronang susu, dan pari. Para pembeli bisa menghubungi Thahira langsung di nomor WA: 085236351069

“Tapi tidak menutup kemungkinan, nanti ada yang pesan kakap dan tengiri,” terang Thahirah.

Selain memberi penghasilan para ibu, Thahira juga berharap, usaha abonnya dapat meningkatkan nilai jual ikan tangkapan nelayan masyarakat pagerungan besar, Sapeken.

“Daripada dijual ikan mentahnya, lebih baik dijual ikan olahan (abon). Sehingga masyarakat nelayan tidak monoton menjual ikannya saja. Kalau bisa dijual dalam bentuk lain, kenapa tidak kita coba? Sehingga nilai jualnya lebih bervarian,” tegas alumni SMA  PGRI Pamekasan itu.   

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...