Kamis
18 Juni 2026 | 3 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kata Wabup Budi Irawan, Ini Penyebab Ratusan Anak Nikah Usia Dini

PDIP-JATIM-bojonegoro-220521-budi-irawanto-b

SURABAYA – Kasus pernikahan dini di Indonesia sampai saat ini masih kerap terjadi. Salah satunya di Bojonegoro. Tercatat selama enam bulan terakhir, 259 anak mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama setempat.

Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, merasa prihatian terhadap banyaknya anak yang memilih menikah dini. Menurutnya, kasus pernikahan dini menjadi ‘PR’ besar untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Faktor budaya, kurangnya edukasi, dan rendahnya taraf ekonomi membuat warganya cenderung menikah di rentang usia 13-18 tahun. Untuk itu, berbagai program mulai digencarkan. Salah satunya Cakap Nikah. Dalam program tersebut calon pengantin akan diberi insentif jika melangsungkan pernikahan sesuai usia minimal yang diterapkan undang-undang.

Akan tetapi, menurut Budi, salah satu kekurangan dari gagasan tersebut adalah insentif yang hanya mengubah motivasi warga untuk menikah, tapi tidak menyelesaikan akar permasalahannya.

“Program itu baru diluncurkan. Jadi, pemkab memberi bantuan kepada anak yang menikah. Nah, makanya dari sini kadang banyak image dari warga desa itu mereka minta segera nikah karena dapat bantuan,” ujar Wabup Budi saat ditemui di Surabaya, Selasa (18/7/2023).

Budi juga menjelaskan, dibanding insentif akan lebih bijak jika anggaran digelontorkan untuk mengedukasi, melakukan pendampingan, dan menguatkan pembangunan karakter hingga ke tingkat desa.

“Ini SDM-nya dulu yang harus kita bangun. Itu harusnya sudah direncanakan programnya oleh dinas, kita anggarannya punya kok tinggal bagaimana dimaksimalkan lagi,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui, berdasarkan data UNICEF, Indonesia menduduki peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 di ASEAN dengan jumlah pernikahan dini terbanyak. Praktik perkawinan di bawah umur di Indonesia disebabkan berbagai hal. Mulai dari pengaruh adat, kebiasaan masyarakat, agama, faktor ekonomi, pendidikan rendah, hingga pergaulan remaja yang menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Pernikahan dini pun dapat menimbulkan beberapa permasalahan, mulai dari pendidikan, psikologis, kesehatan, hingga sosial. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Polemik Batalyon TP di Silo

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta seluruh pihak menahan diri terkait polemik pembangunan Batalyon Teritorial ...
LEGISLATIF

Empat Masalah Serius Sektor Pertanian Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti empat persoalan utama yang dinilai ...
KABAR CABANG

PAC Ngariboyo Magetan Salurkan Bantuan untuk Warga Lansia

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngariboyo menggelar ...
KRONIK

Novita Hardini Siapkan Jalan bagi Talenta Muda Lewat UPRINTIS Futsal League 2026

Anggota DPR RI Novita Hardini menggelar UPRINTIS Futsal League 2026 sebagai wadah pembinaan talenta muda ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Malang Gelorakan Semangat Gotong Royong Lewat Beragam Aksi Nyata di Bulan Bung Karno 2026

DPC PDI Perjuangan Kota Malang menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026 mulai dari bakti sosial, bazar ...
KRONIK

PDI Perjuangan Ingatkan 169 Juta Kelas Menengah Terancam Ambruk Imbas Pertamax Naik

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, dan Tenaga Kerja, Darmadi Durianto, ...