Kamis
17 September 2026 | 3 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kata Wabup Budi Irawan, Ini Penyebab Ratusan Anak Nikah Usia Dini

PDIP-JATIM-bojonegoro-220521-budi-irawanto-b

SURABAYA – Kasus pernikahan dini di Indonesia sampai saat ini masih kerap terjadi. Salah satunya di Bojonegoro. Tercatat selama enam bulan terakhir, 259 anak mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama setempat.

Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, merasa prihatian terhadap banyaknya anak yang memilih menikah dini. Menurutnya, kasus pernikahan dini menjadi ‘PR’ besar untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Faktor budaya, kurangnya edukasi, dan rendahnya taraf ekonomi membuat warganya cenderung menikah di rentang usia 13-18 tahun. Untuk itu, berbagai program mulai digencarkan. Salah satunya Cakap Nikah. Dalam program tersebut calon pengantin akan diberi insentif jika melangsungkan pernikahan sesuai usia minimal yang diterapkan undang-undang.

Akan tetapi, menurut Budi, salah satu kekurangan dari gagasan tersebut adalah insentif yang hanya mengubah motivasi warga untuk menikah, tapi tidak menyelesaikan akar permasalahannya.

“Program itu baru diluncurkan. Jadi, pemkab memberi bantuan kepada anak yang menikah. Nah, makanya dari sini kadang banyak image dari warga desa itu mereka minta segera nikah karena dapat bantuan,” ujar Wabup Budi saat ditemui di Surabaya, Selasa (18/7/2023).

Budi juga menjelaskan, dibanding insentif akan lebih bijak jika anggaran digelontorkan untuk mengedukasi, melakukan pendampingan, dan menguatkan pembangunan karakter hingga ke tingkat desa.

“Ini SDM-nya dulu yang harus kita bangun. Itu harusnya sudah direncanakan programnya oleh dinas, kita anggarannya punya kok tinggal bagaimana dimaksimalkan lagi,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui, berdasarkan data UNICEF, Indonesia menduduki peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 di ASEAN dengan jumlah pernikahan dini terbanyak. Praktik perkawinan di bawah umur di Indonesia disebabkan berbagai hal. Mulai dari pengaruh adat, kebiasaan masyarakat, agama, faktor ekonomi, pendidikan rendah, hingga pergaulan remaja yang menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.

Pernikahan dini pun dapat menimbulkan beberapa permasalahan, mulai dari pendidikan, psikologis, kesehatan, hingga sosial. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Padi MSP 65 Panen 10 Ton per Hektare di Jombang, Ganjar Minta Uji Coba 3-4 Kali

JOMBANG – Padi GP 65 Bogor atau MSP 65 yang diuji coba di Kabupaten Jombang mencatat hasil panen rata-rata sekitar ...
HEADLINE

Wabup Ngawi Terus Pantau Kebakaran Lereng Utara Lawu, Sekat Bakar Dibuat untuk Melokalisir Api

NGAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng utara Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Magetan Datangi Posko Penanganan Kebakaran Lereng Gunung Lawu, Suppport Petugas Pemadam Api

​MAGETAN — Wakil Ketua DPRD Magetan, Suyatno, menyambangi Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Ikut Pasang Paving Bersama Warga Desa Bener

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono tak sekadar datang melihat kerja bakti. Ia ikut turun langsung ...
SEMENTARA ITU...

Tantri Bararoh Pimpin PA GMNI Kabupaten Malang, Komitmen Kawal Nasib Kaum Marhaen  

MALANG – Tantri Bararoh resmi memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional ...
KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...