Minggu
01 November 2026 | 1 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringati Bulan Bung Karno, Banteng Sumenep Gelar Doa Bersama dan Potong Tumpeng

PDIP-Jatim-Abrari-06062023

SUMENEP– Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar doa bersama dan potong tumpeng dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Acara tersebut digelar untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Proklamator RI Ir. Soekarno.

Acara yang dilangsungkan di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa (6/6/2023), dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep, Abrari, Bendahara DPC PDI Perjuangan Sumenep, H Zainal Arifin, Ketua Bamusi, KH. Qusyairi dan ratusan kader serta bakal calon legislatif (Bacaleg) dari PDI Perjuangan Sumenep.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep sekaligus penanggung jawab kegiatan Bulan Bung Karno, Abrari, mengatakan, acara doa bersama dan potong tumpeng digelar untuk mendoakan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Karena pada bulan Juni merupakan bulan kelahiran dan wafatnya Bung Karno.

“Apa yang hari ini kita lakukan tidak lain adalah bentuk penghormatan kita kepada Bung Karno sebagai proklamator dan pahlawan bangsa,” ujar Abrari.

Menurut Abe, panggilan akrab Abrari, Bung Karno tidak sekadar membacakan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tapi Bung Karno juga menyelamatkan makam perawi hadist sahih, yakni Imam Bukhori di Moskow.

“Pada saat itu, Pak Karno mengancam jika makam Imam Bukhari belum ditemukan, maka beliau tidak akan datang ke Rusia. Dan Rusia takut, sehingga makam Imam Bukhori tetap ada sampai saat ini. Itulah salah satu jasa keagamaan yang ditinggalkan Pak Karno,” jelasnya.

Selain itu, Bung Karno juga berjasa dalam menyelamatkan kampus ternama di dunia, yaitu kampus Al-Azhar di Mesir. Waktu itu, Presiden Mesir berencana menutup kampus Al-Azhar. Namun, Bung Karno juga mengancam jika kampus Al-Azhar ditutup, maka Soekarno tidak akan datang ke Mesir.

“Berkat ancaman Pak Karno itu, kampus Al-Azhar tidak jadi ditutup dan tetap berdiri kokoh sampai sekarang,” imbuhnya.

Karena itu, Abe mengajak seluruh kader PDI Perjuangan Sumenep untuk melestarikan apa yang telah dilakukan oleh Putra Sang Fajar itu. Sebab, PDI Perjuangan tidak semata-mata urusan nasionalisme dan kebangsaan, tetapi juga urusan religiusitas.

“Makanya, PDI Perjuangan Sumenep merasa penting dan perlu didengar oleh siapapun bahwa PDI Perjuangan tidak hanya pro nasionalisme, tetapi juga menganggap penting adanya konsep religiusitas kebangsaan kita,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...