Rabu
09 September 2026 | 9 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rapat Pleno KPU Jatim, BSPN PDI Perjuangan Jatim Soroti Data TPS Loksus

PDIP-Jatim-Abdi-Edison-13042023

SURABAYA – Wakil Kepala Bidang I Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI Perjuangan Jawa Timur, Abdi Edison, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim perketat pemantauan data di daerah yang tercatat sebagai Tempat Pemungutan Suara Lokasi Khusus (TPS Loksus).

Hal tersebut disampaikan Abdi Edison usai menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara (DPS) Provinsi Jatim di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Kamis (13/4/2023).

Menurut Edison, data dari KPU terdapat 349 TPS dengan kategori lokasi khusus yang tersebar di seluruh Jatim. Banyaknya jumlah tersebut dikhawatirkan terjadi manipulasi data, terlebih pada daerah dengan jumlah pemilih ribuan.

“Misal di Kota Kediri tercatat 44 TPS dan pemilihnya mencapai 12.597. Nah, untuk ukuran kota kan ini cukup besar dan setelah dicermati ada 43 TPS di Kecamatan Mojoroto yang merupakan daerah Pesantren Lirboyo dan 1 TPS di Kecamatan Pesantren,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Edison, di pesantren yang santrinya berpotensi tercatat double data dengan daerah asal.

“Tentu kami akan mencermati sejauh mana data tersebut apakah TPS itu sudah memenuhi TPS khusus,” jelasnya.

Untuk itu, Edison berharap KPU Jatim mau membagikan rincian data peta sebaran TPS Loksus beserta data calon pemilihnya guna menjadi bahan analisa keabsahannya.

“Kami perlu bahan analisa mendapat siapa saja orang yang menjadi DPS ini untuk daerah yang TPS khusus. Karena sifatnya khusus, maka penanganannya juga khusus,” tuturnya.

Di samping itu, mengingat TPS Loksus ini berbeda dengan reguler, maka pihaknya juga akan mencermati penanganan. Salah satunya dengan memastikan para pemilih mendapat kartu suara sesuai klasifikasinya.

“Ketika dia berasal dari luar daerah pemilihan tersebut, maka dia hanya dapat memilih misal Pilpres, sedangkan dia tidak punya hak untuk memilih anggota DPRD. Kita pastikan itu sehingga tidak ada manipulasi suara, dan itu juga berbeda kalau di lapas atau rutan,” jelasnya.

Divisi Data dan Informasi KPU Jatim, Nurul amaliyah, menyanggupi permintaan tersebut. Menurutnya, pihaknya akan menyerahkan sebaran data DPS tersebut secepatnya pada para peserta.

“Jadi, rekap kita yang sudah masuk total adalah yang datanya sudah berhasil diunggah. Nanti, akan kami berikan sebaran 349 TPS lokasi khusus, dan karena masih DPS tentu jumlahnya bisa bertambah dan berkurang,” terang Nurul.

Kemudian, terkait beberapa daerah TPS Loksus dengan jumlah pemilih ribuan sebenarnya dipengaruhi faktor kesiapan dan kesadaran masing-masing wilayah dalam menyerahkan kelengkapan data calon pemilih atau DPS.

“Kalau Kediri sebenarnya pesantren banyaknya di sana dan Magetan. Jadi, jumlah banyak karena mereka menyerahkannya lengkap. Jadi, mereka sudah siap dan paham,” tandasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Ngawi Soroti Perubahan Desil Warga, Keluhan Mengalir

NGAWI – Perubahan data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian Fraksi PDI ...
KRONIK

Candra Soroti Tata Kelola Pupuk dan Serapan Tembakau di Jember

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Dinas Pertanian memperbaiki tata kelola pupuk ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Warga Tak Mampu

Bupati Trenggalek M. Nur Arifin turun langsung ke pelosok Desa Melis untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi ...
KRONIK

Budi Leksono Desak Direksi Baru PDAM Surabaya Pastikan Layanan Air Sesuai Standar

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono atau Buleks, meminta Perumda Air Minum ...
KRONIK

Atasi Krisis Air di Bojonegoro, Abidin Fikri Salurkan 262 Ribu Liter Air Bersih

BOJONEGORO — Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus mendapat ...
LEGISLATIF

Untari Desak Audit DTSEN, Jangan Sampai Warga Miskin Tersisih karena Data

SURABAYA – Penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dinilai perlu diaudit dan dikoreksi ...