Rabu
22 Juli 2026 | 5 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cegah Leptospirosis, Khusnul Imbau Masyarakat Terapkan PHBS

pdip-jatim-khusnul-sueabaya-090621

SURABAYA – Beberapa waktu lalu muncul kasus wabah Leptospirosis atau kencing tikus yang menjangkiti beberapa wilayah di Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), terhitung hingga 5 Maret 2023, jumlah kasus leptospirosis tercatat 249 kasus dengan 9 kasus kematian.

Dari total 249 kasus itu, terbanyak di Pacitan, yakni 204 kasus dengan 6 kasus kematian, kemudian Kabupaten Probolinggo 3 kasus dengan 2 kasus kematian, Gresik 3 kasus, Lumajang 8 kasus, Kota Probolinggo 5 kasus dengan 1 kasus kematian, Sampang 22 kasus, dan Tulungagung 4 kasus.

Di Kota Surabaya sendiri belum ditemukan kasus Leptospirosis. Meski begitu, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah, mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), utamanya menjaga sanitasi lingkungan.

“Meskipun nol kasus, masyarakat dan semua stakeholder harus tetap waspada. Jangan sampai ada kasus, baru bertindak. Maka mari menjaga pola hidup bersih dan sehat, apalagi dalam kondisi cuaca hujan seperti ini yang rawan penyakit,” ujarnya di Surabaya, Sabtu (11/3/2023).

Selain itu, politisi PDI Perjuangan itu mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dan kader-kader di wilayah masing-masing untuk terus memasifkan pencegahan berbagai penyakit yang ada kaitannya dengan cuaca maupun pola hidup sehat, seperti Leptospirosi, diare, hingga demam berdarah.

Salah satu pencegahan yang perlu dimasifkan adalah deseminasi informasi di fasilitas kesehatan, kantor kelurahan maupun kecamatan mengenai penyakit Leptospirosis. Baik melalui media KIE berupa leaflet, poster, penyuluhan terhadap masyarakat, dan media sosial.

Ia pun mengapresiasi langkah pencegahan Leptospirosi yang telah dilakukan Dinkes bersama Balai Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) untuk pemeriksaan sentinel tikus dan survei kepadatan tikus di sejumlah wilayah di Surabaya, khususnya di wilayah padat penduduk dan rawan banjir.

“Kiranya hasil tersebut bisa segera disampaikan ke publik. Sekali lagi saya tegaskan bahwa Surabaya masih belum bisa diartikan bebas. Artinya, kami tetap membutuhkan deteksi dini terhadap penyakit tersebut,” tutur Khusnul.

“Untuk masyarakat yang sedang flu dan demam ataupun merasakan gejala penyakit Leptospirosi, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Apabila ada kondisi tersebut segeralah melaporkan agar kita mengetahuinya dan segera melakukan penanganan,” sambungnya.

Sekadar informasi, dalam beberapa kasus, gejala Leptospirosis tidak muncul sama sekali. Tapi bisa muncul 1-2 minggu setelah terpapar penyakit. Gejala dari penyakit Leptospirosis pun bervariasi dan sering kali dianggap sebagai gejala penyakit lain seperti flu atau demam berdarah.

Mengutip situs resmi Kemenkes, ada beberapa gejala yang dapat dirasakan pasien yang terjangkit Leptospirosis, di antaranya, demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala, hingga nyeri otot betis.

Keluhan tersebut biasanya pulih dalam 1 minggu. Namun jika Leptospirosis berlanjut tahap dua disebut penyakit Weil akibat peradangan infeksi. (dhani/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...