Selasa
15 September 2026 | 9 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Made Beber Langkah Minimalisir Silpa APBD Kota Malang Tahun 2023

pdip-jatim-220920-dpc-kota-malang-made

MALANG – Tingginya Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) Kota Malang pada tahun 2022 yang mencapai lebih Rp 300 miliar jadi perhatian Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

Untuk meminimalisir besarnya Silpa pada tahun anggaran 2023, Made mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Kota Malang telah bersepakat untuk mempercepat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

“Kemarin, Silpa kita masih besar, diatas Rp 300 miliar karena PAK-nya kemarin terlalu mepet di bulan Oktober. Untuk itu, kami sepakat dengan wali kota, agar Juli sudah pembahasan. Maksimal Agustus sudah ada Perubahan APBD, sehingga September sudah ada eksekusi di lapangan, agar Silpa-nya tidak besar seperti tahun lalu,” ungkap Made, usai sidang paripurna di DPRD Kota Malang, Selasa (17/1/2023).

Untuk implementasinya, jelas dia, wali kota akan menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 lebih cepat. Sehingga perumusan dan pembahasan di DPRD juga akan berlangsung dari bulan Maret.

Apalagi, saat ini sedang berlangsung proses pembahasan APBD tahun 2024, dan saat ini tahapnya adalah dalam tahapan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“Dalam pembuatan RKPD 2024 ada tiga pilar yang digunakan untuk pembuatan perencanaan, yang saat ini terus berproses,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut.

“Nanti antara Maret atau April, APBD tahun anggaran 2024 sudah akan dilempar dengan tujuan PAK bisa dipercepat,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, pilar pertama pembangunan adalah melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), yang dihasilkan dari musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat.

Pilar kedua adalah melalui Forum Perangkat Daerah, yaitu program-program yang berasal dari Renstra (Rencana Strategis) perangkat daerah. Dan pilar ketiga adalah perumusan program yang berasal dari Pokok Pikiran yang dirancang bersama DPRD Kota Malang.

Dia menyebutkan, untuk tahun 2023 banyak Ranperda yang masih dalam pembahasan, seperti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota, dan Rencana APBD tahun 2024.

“Untuk itu kami akan mengebut agar Ranperda dapat disahkan menjadi Perda, dan mempercepat, sehingga kami harapkan Silpa dapat diminimalisir,” pungkas Made. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...
KRONIK

Amin Thohari Kembali Salurkan Air Bersih, Kini 2 Desa di Kedungadem

BOJONEGORO– Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Fraksi PDI Perjuangan, Amin Thohari, kembali menyalurkan bantuan air ...
LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...