Rabu
21 Oktober 2026 | 5 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Sabam Sirait dan Taufiq Kiemas sebagai guru politik”

pdip jatim - sabam sirait

pdip jatim - sabam siraitJAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H Laoly menilai politisi senior PDIP masing-masing Taufiq Kiemas (alm) dan Sabam Sirait adalah “guru politiknya”, karena kedua tokoh politik ini berjuang demi bangsa dan negara membutuhkan kesetiaan dan konsistensi.

Menkumham Yasonna mengemukakan hal tersebut saat acara syukuran anugerah Bintang Mahaputera Utama dari negara kepada politisi senior Sabam Sirait yang digelar Yayasan Komunikasi Indonesia di Jakarta, Minggu.

Dalam keterangan pers panitia penyelenggara menyebutkan bahwa Menkumham menilai Sabam Sirait adalah politisi yang setia dan konsisten itu. “Bang Sabam, dan juga Pak Taufiq Kiemas adalah guru politik saya,” katanya.

Yasonna mengatakan, penghargaan Bintang Mahaputera Utama seharusnya sudah diterima Sabam sejak lama, karena ia adalah sosok negarawan yang dimiliki Indonesia, yang mengabdikan semua pikiran, gagasan dan sikapnya untuk kepentingan bangsa.

“Tapi mungkin Tuhan punya rencana juga. Bang Sabam adalah teladan dalam memegang teguh prinsip di tengah hiruk-pikuk politik. Dalam bergaul, Bang Sabam itu sangat lentur. Namun dalam dalam memegang prinsip, Bang Sabam sangat teguh,” ujarnya.

Yasonna mengatakan, generasi muda, terutama para politisi, diharap banyak belajar dari tokoh yang berjuang sejak era Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo saa ini. “Sabam Sirait telah mewariskan teladan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak bangsa,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Maruarar Siahaan menegaskan bahwa Sabam Sirait merupakan teladan bagi generasi muda Indonesia. Sabam adalah sosok politisi yang bisa memegang teguh prinsip dalam kehidupan demokrasi yang banyak ujian dan batu sandungan ini.

“Gagasan Pak Sabam adalah warisan bagi anak cuku bangsa. Pak Sabam adalah milik rakyat Indonesia, bukan saja milik kelompok tertentu,” katanya.

Sekum GMKI, Dessy Datang, mengaku sangat beruntung memiliki senior sebesar dan sehebat Sabam Sirait. Sabam, yang sudah menjadi aktivis era Presiden Soekarno, begitu teguh pada prinsip ketika memasuki dunia politik sejak era Presiden Soeharto.

Sabam Sirait mengingatkan semua orang untuk terus bersikap jujur, karena kejujuran adalah modal utama dalam membangun bangsa dan negara menuju kemajuan. Bila negara ini dipenuhi orang-orang jujur maka Indonesia bisa menyalip kemajuan Malaysia dan Thailand, serta tidak akan tertinggal jauh dari Korea Selatan dan Jepang. (Ant)

Sumber foto: beritafotojakarta

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...