Sabtu
08 Agustus 2026 | 3 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ingin Tahu soal Kekurangan Gizi, Mega Tanya Menteri Puan

foto cnn - megawati dan puan
foto cnn - megawati dan puan
foto cnn – megawati dan puan

JAKARTA – Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri mempertanyakan ihwal kondisi pangan dan gizi anak di Indonesia saat ini. Tidak jalannya swasembada pangan hingga isu kekurangan gizi tak luput dari perhatian presiden perempuan pertama yang memimpin Indonesia tersebut.

Saking ingin mengetahui bagaimana persentase dari anak pengidap kekurangan gizi, Megawati sampai-sampai harus bertanya kepada Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Kebetulan, Puan Maharani adalah putrinya sendiri.

“Saat saya bertanya soal bagaimana gizi anak, Menko PMK malah berkata jangan dikritik, lalu saya tegaskan kenapa tidak boleh,” kata Megawati saat ditemui di BPPT, kemarin.

Megawati mengungkapkan bisa saja di daerah-daerah terdapat anak-anak berusia satu hingga dua tahun yang tidak mendapatkan asupan gizi yang seharusnya. Hal tersebut, kata Megawati bisa menaikkan persentase dan anak yang mengidap kekurangan gizi.

Megawati pun akhirnya menunjukkan kekhawatirannya terkait anak kurang gizi di Indonesia. Dia menduga ada kemungkinan bahwa angka anak kurang gizi di Indonesia berbanding lurus dengan batas garis kemiskinan.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu pun menilai zaman sekarang masyarakat terlalu terpaku pada perkembangan teknologi. Hampir semua orang di Indonesia sekarang tak lepas dari yang namanya telepon seluler.

“Jika rakyat hanya dikenalkan pada ponsel dan Google, tapi tidak memikirkan daerah bagaimana,” kata Megawati.

Sebelumnya, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan, 480 balita Indonesia meninggal setiap harinya. Data tersebut ia dapatkan dari United Nations Children’s Fund (UNICEF) 2014. Khofifah berpendapat pemenuhan gizi tidak hanya perlu diperhatikan pada perempuan yang hamil, melainkan juga pada remaja.

Jika sejak remaja pemenuhan gizi sudah dilakukan, saat remaja tersebut dewasa dan hamil, gizinya sudah tercukupi. Dengan begitu bayi yang dilahirkan pun akan sehat.

Laporan UNICEF menyatakan bahwa di Indonesia jumlah kematian anak di bawah usia lima tahun telah berkurang dari 385.000 pada tahun 1990 menjadi 152.000 pada tahun 2012.Angka kematian balita di Indonesia juga dinyatakan menurun 63 persen antara tahun 1990 dan 2012, terutama berkat perluasan layanan imunisasi dan penggunaan terapi rehidrasi oral untuk mengobati diare. (cnnindonesia)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Anang Maruf dan Yusuf Ekodono Gabung Soekarno Cup, Dorong Talenta Pelosok Naik Panggung

Legenda Timnas Indonesia Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bergabung di Soekarno Cup 2026 karena ingin memperluas ...
LEGISLATIF

19 Daerah Jatim Darurat Kekeringan, Fraksi PDIP Dorong Mitigasi Berkelanjutan

Sebanyak 19 daerah di Jatim berstatus darurat kekeringan. Fraksi PDIP DPRD Jatim meminta pemerintah mengubah pola ...
KRONIK

Pelatihan Pupuk Organik di Kanor Bojonegoro, Solusi Petani Tekan Biaya dan Rawat Tanah

BOJONEGORO – Tingginya harga pupuk kimia yang mengerek beban biaya produksi memicu gerakan kemandirian tani di ...
HEADLINE

Soekarno Cup Bukan Sekadar Sepak Bola, tapi Membangun Karakter Bangsa

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi sarana membangun karakter ...
SEMENTARA ITU...

Dukung PKDI Lumajang di Cup II 2026, Agus Wicaksono Targetkan Juara

LUMAJANG — Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, H. Agus Wicaksono SSos, hadir langsung ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se Kecamatan Sumbergempol Selesai, Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...