Rabu
16 September 2026 | 5 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Arifin: Inovasi Tak Harus Mewah, yang Penting Menyelesaikan Masalah

pdip-jatim-221202-festi-inovasi-nggalek-1

TRENGGALEK – Bupati Mochamad Nur Arifin mengatakan, inovasi tidak perlu mewah karena pada perinsipnya inovasi itu lahir untuk menyelesaikan masalah.

Hal ini dia sampaikan, karena ingin inovasi di sektor pelayanan bisa terus maju dan berkembang. Apalagi, jelasnya, bisa saja apa yang sekarang dianggap sebagai sebuah inovasi, belum tentu relevan di masa mendatang.

“Sesuatu hal yang tidak berubah itu perubahan itu sendiri. Bisa jadi apa yang menjadi inovasi hari ini, di masa yang akan datang akan menjadi usang. Ini menjadi alasan kenapa Trenggalek Innovation Festival (TIF) digelar setiap tahun,” ungkap Arifin, dalam sesi talk show Trenggalek Innovation Fest 2022, di GOR Gajah Putih Trenggalek, Rabu (30/11/2022) .

Dia menyebut, inovasi bisa dilakukan setiap hari, tidak harus setiap tahun. “Jadi ada perubahan apa inovasi kinerja yang kita lakukan kepada masyarakat. Ada satu proses kita menginovasikan kembali inovasi-inovasi yang kita buat,” paparnya.

Dulu, beber Arifin, pelayanan itu ada di kantor-kantor dinas, kemudian di masing-masing instansi. Dia menyebut hal itu kemudian dirasa ribet dan memakan waktu.

Kemudian muncul inovasi yang namanya cafe pelayanan publik. Semua pelayanan ada di satu tempat.

Menurutnya, cafe pelayanan publik mungkin di saat ini adalah sebuah inovasi. Tapi di saat yang akan datang, sebutnya, mungkin bukan inovasi lagi, karena seluruh masyarakat harus datang ke pusat pelayanan.

“Bagi yang rumahnya jauh terus orang yang tidak punya waktu ini akan menjadi masalah. Makanya saya ingin melalui Trenggalek Innovation Fest kita terus berinovasi setiap hari dan kita harus menginovasi-kan kembali inovasi-inovasi yang kita lakukan di masa yang lalu,” ujar Arifin.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut menambahkan, inovasi tidak harus mewah. Tidak ada anggarannya pun, harus selalu berinovasi.

“Dulu Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (Gertak) kita inisiasi dengan potensi seadanya. Tidak ada gedung dan adanya kantor wakil bupati, maka kantor itu kita manfaatkan,” bebernya.

Namun dengan potensi seadanya tersebut, pihaknya bisa mencatat pengaduan masalah kemiskinan dan kemudian bisa ditindaklanjuti.

“Jadi tidak perlu harus ketemu dengan bupati atau wakil bupati dulu, dan manfaatnya bisa kita rasakan sekarang,” terang suami Novita Hardini itu.

Sementara itu, Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik, Kementerian PAN RB, Ajib Rakhmawanto, yang hadir langsung dalam gelaran TIF di Kabupaten Trenggalek juga sepakat, bahwa inovasi akan berubah karena eranya juga berubah.

“Seperti saat ini eranya digital. Mall sudah mulai ditinggalkan masyarakat, orang belanja sudah melalui handphone,” ucapnya.

Sama halnya dengan mall pelayanan publik, sebutnya, mungkin nanti bisa saja ditinggalkan karena eranya saat ini adalah transformasi informasi. Sehingga pelayanan yang sifatnya administrasi mulai beralih ke platform digital.

Dia itu berharap inovasi-inovasi baik yang lahir dalam gelaran ini, diharapkan bisa diduplikasi di instansi lainnya sehingga kebaikan itu bisa menular ke tempat yang lain. “Selain itu inovasi juga harus dilakukan secara konsisten terus menerus,” tuturnya. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...