Rabu
02 September 2026 | 5 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

KD Terima Audiensi Jajaran PGRI, Bahas Kesejahteraan Guru Honorer hingga Merdeka Belajar

pdip jatim 221128 kd 2

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI, Krisdayanti (KD) menerima audiensi dari sejumlah jajaran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Audiensi ini berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pengajar honorer.

Dalam peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2022, dia berharap agar pemerintah ke depan bisa memberikan kesejahteraan yang sepantasnya bagi guru. Sebab, dengan peningkatan kondisi kesejahteraan tenaga pengajar akan memberikan yang terbaik saat mendidik para siswa.

Apalagi guru menjadi figur yang menentukan dalam proses belajar-mengajar para siswa/i di sekolah, tentunya menjadi sosok sentral yang harus menjadi suri tauladan bagi generasi penerus bangsa.

“Mereka yang ada di sekitar, yang ada di media juga, masih ada guru honorer yang mendapat gaji Rp 300 ribu sebulan, tinggal di lingkungan sekolah, di bagian toilet, ini kan suatu hal yang tidak pantas kita berikan pada guru. Mereka kan pelita, memberikan pelajaran untuk kita. Menjadi keteladanan orang tua yang diestafetkan untuk mendidik anak-anak. Itu di tangan guru,” tutur Krisdayanti.

“Jadi harapan saya, pemerintah benar-benar hadir, tidak ada kesenjangan, dan memberi kesejahteraan yang sepantasnya bagi guru, dengan menjadikan mereka ASN,” sambung kader Banteng ini.

Disamping itu, pihaknya bersama dengan PGRI juga melakukan pembahasan terkait masalah dan gagasan terkait kesehatan fisik maupun mental di sekolah. Salah satunya guru pendukung program kesehatan dan antiperundungan di sekolah.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengajak para guru untuk bisa turut mensukseskan program Merdeka Belajar yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

Termasuk mendorong terciptanya ruang inklusif dalam proses pembelajaran melalui komunikasi dua arah antara guru dan siswa.

“Saya menginginkan, sesuai program pemerintah, Merdeka Belajar bisa benar-benar menjadikan proses belajar-mengajar itu jadi suatu keniscayaan. Diharapkan, guru-guru dengan bahasa yang lebih mendalam dan sederhana bisa melakukan proses belajar-mengajar yang lebih sesuai dengan kompetensi anak-anak, dengan bahasa lebih sederhana juga bisa menyentuh anak, lebih dua arah,” jelas KD.

“Diharapkan juga, guru-guru bisa mengajar out of the box, tidak terpaku kurikulum. Sekarang kita secara project (based learning) mendiskusikan hal-hal yang terjadi di masyarakat,” pungkas legislator DPR RI dari Dapil Malang Raya ini. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang: Perubahan APBD Jangan Sekadar Geser Angka, Harus Berdampak ke Rakyat

MALANG — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mengingatkan Pemerintah Kabupaten Malang agar Perubahan APBD ...
HEADLINE

Dua Ambulans DPC Sidoarjo Bantu Evakuasi Ratusan Santri Keracunan Makanan 

SIDOARJO – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo menerjunkan dua tim ambulans dalam peristiwa keracunan massal ...
LEGISLATIF

P-APBD 2026 Disahkan, Ketua DPRD Ngawi Ingatkan 5 Program Prioritas RKPD

NGAWI – Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Yuwono Kartiko (King) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi agar ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta KONI Sumenep Perkuat Pembinaan Atlet Muda

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk ...
LEGISLATIF

Baru 26 dari 190 Titik Punya ZoSS, Dewanti Minta Sekolah Rawan Kecelakaan di Malang Segera Dipetakan

SURABAYA — Fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di Kabupaten Malang dinilai masih jauh dari kebutuhan. Dari 190 ...
LEGISLATIF

Puan Sambut Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar Pimpin PBNU, Harap NU Makin Baik

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim ...