Selasa
20 Oktober 2026 | 9 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Naikkan Kelas UMKM, Pemkab Bondowoso Lakukan Edukasi Pemasaran Digital

PDIP-Jatim-Wabup-Irwan-18112022

SURABAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus melakukan pendampingan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) pasca pandemi Covid-19. Hal tersebut sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar UMKM naik kelas.

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bachtiar Rachmat, mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan mulai dari edukasi terkait pembuatan produk maupun kemasan yang berdaya saing tinggi di pasaran, hingga pemberian beberapa bantuan berupa peralatan untuk menunjang produksi mereka.

“Kami juga membuat satu regulasi, di mana pasar-pasar modern seperti Indomart dan Alfamart itu harus ada space 20 persen untuk produk UMKM dengan melalui beberapa tahapan, sehingga kami juga mengundang istilahnya tim ahli mereka untuk mengedukasi pelaku UMKM dan itu sudah dilakukan,” ujar Irwan di Surabaya, Kamis (17/11/2022) malam.

Pihaknya juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk edukasi pemanfaatan pemasaran berbasis teknologi digital, yang mana pada saat ini hal tersebut sangat penting untuk pemajuan dan perluasan pasar UMKM.

“Memang banyak sekali tantangannya, utamanya dari SDM pelaku UMKM sendiri, misal pengenalan digitalisasi kepada mereka. Makanya kami lakukan pendampingan tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso itu, saat ini sedang dilakukan pendataan kepada sekira 39 ribu UMKM untuk pemberian nomor induk berusaha (NIB). Hal itu dilakukan, antara lain, agar UMKM dapat mengakses bantuan permodalan.

“Kami sudah mengundang beberapa perbankan untuk memberikan kemudahan, utamanya bagi mereka yang sudah ber-NIB agar mendapatkan akses permodalan,” tuturnya.

Adapun UMKM Bondowoso yang saat ini sedang digencarkan untuk brandingnya adalah hasil perkebunan, seperti kopi yang sudah menembus pasar Eropa dan beras organik yang memiliki permintaan tinggi dari Jepang.

“Kami tetap optimis, bagaimana ancaman resesi yang diprediksi terjadi pada 2023 mendatang justru diharapkan bisa menjadi peluang untuk ekspor dan menguntungkan UMKM kita,” tandasnya. (dhani/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...