Kamis
04 Juni 2026 | 11 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Putri Lestari Dorong Anak Muda Tak Malu Jadi Petani

PDIP-Jatim-Hari-PL-01112022

JEMBER – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Hari Putri Lestari, mendorong generasi milenial untuk tidak malu menjalankan profesi sebagai petani. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda sosialisasi wawasan kebangsaan yang bertema ”Pertanian sebagai Jati Diri Bangsa Peluang dan Tantangan”, Selasa (1/11/2022).

Sosialisasi wawasan kebangsaan yang berlokasi di Hotel Aston tersebut, dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Jember, Imam Sudarmaji, pakar pertanian Universitas Jember, Ebban Bagus Kuntadi, serta para kelompok tani yang berasal dari berbagai kecamatan di Jember.

“Persoalan sektor pertanian kita hari ini salah satunya adalah kekhawatiran terhadap minat milenial yang enggan menjalani profesi sebagai petani. Saya banyak menemukan pandangan anak muda, bagaimana profesi sebagai petani tidak menjanjikan di mata mereka,” ujar Mbak Tari, sapaan akrab Hari Putri Lestari.

“Jadi, ketika anak muda sudah tidak berminat jadi petani, maka ini akan jadi persoalan serius yang dampaknya bisa terjadi krisis terhadap pangan,” sambungnya.

Sebab itu, legislator perempuan ini pun mengajak anak-anak muda di Jember untuk tak malu menjalani profesi sebagai petani. Menurutnya sektor pertanian hari ini memiliki potensi besar dalam mendongrak perekonomian negara di tengah isu krisis global.

“Yang perlu disadari anak muda hari ini adalah petani tidak lagi identik dengan kemiskinan. Petani bukan profesi yang hanya digeluti masyarakat kelas bawah, tetapi hari ini petani juga menjadi salah satu tumpuan utama dalam mendongkrak sistem ekonomi bangsa,” jelasnya.

Untuk mendorong ketertarikan para pemuda agar mau menggeluti sektor pertanian, Mbak Tari meminta agar Dinas Pertaian Jember berkolaborasi dengen elemen kepemudaan untuk membuat program edukasi pertanian yang bisa memberi pemahaman anak-anak muda bahwa petani juga bisa menjadi tumpuan memperoleh kesejahteraan.

“Kalau anak-anak muda sudah tahu betapa menjanjikannya bergelut di sektor pertanian, saya yakin mereka akan semakin termotivasi menjadi petani. Di sini saya harap dinas pertanian turut andil mendorong anak muda agar mau bertani,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta wawasan kebangsaan, Jefri Bahtiar, mengungkapkan, keengganan para anak muda untuk menjadi petani karena kurangnya support dari pemerintah. Baginya, jika pemerintah serius mendorong anak muda mau bertani, maka harus ada pendampingan dari awal, juga menyediakan sarana dan prasarana.

“Jangan hanya kita disuruh jadi petani, tapi tidak dibekali apa-apa oleh pemerintah. Kami anak muda ini kan masih butuh bimbingan, butuh ketersediaan alat-alat juga,” ujarnya. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Candra Ary Flanto Minta Pemkab Jember Jaga Tren Positif PAD Pariwisata pada 2026

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Flanto meminta Pemkab Jember menjaga tren positif PAD sektor pariwisata pada ...
LEGISLATIF

Nila Yani: Pertumbuhan Wisman Positif, Saatnya Perkuat Wisatawan Nusantara

Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti mengapresiasi pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara pada ...
SEMENTARA ITU...

PSBI Matangkan Persiapan Liga 4 Jatim, Bidik Prestasi hingga Putaran Nasional

PSBI bersama Asosiasi PSSI dan KONI Kabupaten Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026. ...
LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...