Rabu
29 Juli 2026 | 4 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dana Utang Pemkab Lamongan Tersendat, Pembangunan Jalan Terhambat, Fraksi Minta Tinjau Ulang

pdip-jatim-dprd-lamongan-010922-ratna-marhaeni-1
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Ratna Mutia Marhaeni membacakan pandangan umum fraksi dalam sidang paripurna di gedung DPRD Lamongan, Kamis (1/9/2022).

LAMONGAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan meminta kepada pemerintah kabupaten untuk meninjau kembali kerja sama peminjaman uang dengan Bank Jatim untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Permintaan resmi fraksi tersebut dituangkan dalam pandangan umum fraksi atas nota keuangan rancangan Perubahan APBD Lamongan Tahun 2022 yang disampaikan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Lamongan, Kamis (1/9/2022).

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Ratna Mutia Marhaeni, Bank Jatim memberikan pinjaman kepada Pemkab Lamongan sebesar Rp 200 miliar. Namun, hingga saat ini realisasi masih Rp 9,698 miliar atau 4,85%.

Dana tersebut sedianya digunakan untuk pembangunan maupun perbaikan sejumlah ruas jalan di kabupaten yang mengalami kerusakan hingga saat ini.

Dengan tersendatnya pinjaman, fraksi pun menyangsikan kemampuan Bank Jatim. “Untuk itu terkait pinjaman tersebut, kami mohon ditinjau kembali,” kata Ratna membacakan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan.

Ratna Mutia Marhaeni

Berita terkait:Fraksi DPRD Lamongan Soroti Rendahnya Serapan APBD; Sejumlah Kegiatan OPD Nol Persen, Dana Hibah 24,3 Persen

Masih soal pembangunan fisik. Fraksi juga menyoroti belum terwujudnya bangunan yang ditopang dari dana Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang ditransfer ke kelompok masyarakat dan desa. Padahal, belanja Bantuan Keuangan sudah terserap Rp 313,611 miliar atau setara 50% dari total alokasi sebesar Rp 645,779 miliar.

“Kami mohon Dinas PMD Lamongan untuk memonitor realisasi dana tersebut terhadap wujud fisik bangunan-bangunan baik TPT, JAPORDES, Rehab Balai Desa, dan lain-lain. Apalagi pada P-APBD ada kenaikan lagi Bantuan Keuangan sebesar Rp 23,21 miliar,” kata Ratna menandaskan.

Selain soal infrastruktur, fraksi juga meminta penjelasan perihal penggunaan dana penanganan Covid-19 pada dinas kesehatan. Dimana hingga medio tahun 2022 ini, serapan dana mencapai Rp 26,728 miliar atau 82,8 % dari jumlah keseluruhan Rp 32,28 miliar. (mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Belum Bahas Persetujuan Pinjaman Daerah Akibat Defisit Rp987 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyatakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Genjot Konsolidasi hingga Desa Hadapi Pemilu 2029

MADIUN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat ...
KABAR CABANG

Kukuhkan Pengurus Ranting, Doding Rahmadi Ingatkan Kader PDIP Jangan Lupakan Sejarah

TRENGGALEK – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengingatkan kader partai agar ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Beri Catatan Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Tinggi PAD Belum Optimal

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan ...
KABAR CABANG

DPC Nganjuk Gelar Khataman dan Sarasehan Peringati 30 Tahun Kudatuli

NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar rangkaian kegiatan doa bersama ...
KRONIK

Sambut Hari Kemerdekaan, Suwito Gotong Royong Bersama Masyarakat Arosbaya Cat Pembatas Jalan

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Agus Suwito, menegaskan pentingnya gotong royong dan ...