Rabu
29 Juli 2026 | 4 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi DPRD Lamongan Soroti Rendahnya Serapan APBD; Sejumlah Kegiatan OPD Nol Persen, Dana Hibah 24,3 Persen

pdip-jatim-legislatif-lamongan-150621-ratna-marhaeni

LAMONGAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan meminta penjelasan kepada pemerintah kabupaten terkait rendahnya serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022 pada sejumlah item.

Sikap Fraksi disampaikan pada agenda Pandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi atas nota keuangan rancangan Perubahan APBD (P-APBD) Lamongan Tahun 2022, di ruang rapat paripurna DPRD Lamongan, Kamis (1/9/2022).

Rendahnya serapan anggaran hingga semester pertama ditemukan pada sejumlah pos belanja. Semisal belanja hibah yang hanya terserap tak sampai seperempat dari jumlah anggaran keseluruhan. Bahkan sejumlah kegiatan internal organisasi perangkat daerah (OPD), anggaran dana tercatat masih utuh alias tak terserap sama sekali.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Ratna Mutia Marhaeni mengungkapkan, sampai dengan semester pertama,  pendapatan total APBD 2022 sudah terserap Rp 1,102 triliun atau 44,2 %. Tetapi pengeluaran dana hibah atau daya serap belanja hibah pada periode yang sama baru Rp 54,267 miliar atau 24,3 % dari total Rp 210,418 miliar.

“Mengapa belanja hibah, hingga semester pertama, serapan kurang dari 25 %? Mohon penjelasan soal ini,” katanya.

Fraksi juga meminta kepada pemkab untuk menjelaskan kegiatan yang seharusnya sudah diserap 100 %, namun faktanya serapan hingga semester pertama masih 0 (nol) %.

Serapan nol persen ini, jelas Ratna, ditemukan pada sejumlah pos anggaran kegiatan pada salah satu OPD. Yakni; kegiatan penyusunan dokumen perencanaan perangkat daerah dengan alokasi anggaran Rp 40 juta; evaluasi kinerja perangkat daerah, Rp 30 juta; serta koordinasi dan penyusunan laporan keuangan bulanan/triwulan/semester, sebesar Rp 30 juta.

“Yang terakhir penyelenggaraan rapat koordinasi dan konsultasi dengan anggaran Rp 50 juta, juga diserap 0%. Dan seterusnya, masih banyak lagi menurut kami,” ujarnya.

Meski sejumlah anggaran tak terserap, lanjut Ratna, beberapa OPD meminta penambahan anggaran pada P-APBD Lamongan Tahun 2022. Padahal, sambung Ratna, dasar dalam proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang P-APBD Lamongan 2022 adalah laporan realisasi semester pertama APBD 2022.

“Untuk itu, kami Fraksi PDI Perjuangan minta agar Pemkab Lamongan mengevaluasi kembali anggaran-anggaran tersebut,” pungkas Ratna. (mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Belum Bahas Persetujuan Pinjaman Daerah Akibat Defisit Rp987 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyatakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Genjot Konsolidasi hingga Desa Hadapi Pemilu 2029

MADIUN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat ...
KABAR CABANG

Kukuhkan Pengurus Ranting, Doding Rahmadi Ingatkan Kader PDIP Jangan Lupakan Sejarah

TRENGGALEK – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengingatkan kader partai agar ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Beri Catatan Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Tinggi PAD Belum Optimal

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan ...
KABAR CABANG

DPC Nganjuk Gelar Khataman dan Sarasehan Peringati 30 Tahun Kudatuli

NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar rangkaian kegiatan doa bersama ...
KRONIK

Sambut Hari Kemerdekaan, Suwito Gotong Royong Bersama Masyarakat Arosbaya Cat Pembatas Jalan

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Agus Suwito, menegaskan pentingnya gotong royong dan ...