JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, apa yang disuarakan Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar sejumlah relawan Jokowi di Bandung, Jawa Barat tidak mengejutkan, dan tidak ada element of surprise dalam politik.
“Dalam politik, kami diajarkan untuk mendengarkan suara-suara yang tidak terdengar. Dan dalam politik kami juga diajarkan pentingnya melakukan otokritik, serta mendengarkan suara yang berseberangan sekalipun, untuk kemudian dilakukan penajaman, melihat akar persoalan, dan bertindak melakukan perbaikan,” kata Hasto, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/9/2022).
Sebagai partai pendukung utama Presiden Jokowi dan Wapres KH Maruf Amin, kata Hasto, PDI Perjuangan memberikan dukungan bukan dengan puji-pujian yang memabukkan.
Baca juga: Survei Poltracking Indonesia 1-7 Agustus, PDI Perjuangan Tetap Kokoh di Puncak
Tapi memberikan dukungan dengan melakukan sinergi koneksitas dan pergerakan seluruh elemen partai, baik struktur, eksekutif partai dan legislatif Partai untuk bergerak satu arah, mendorong prestasi maksimum pemerintahan saat ini.
Dengan kekuatan lebih dari 1.2 juta pengurus Partai aktif, 128 anggota DPR RI; 418 DPRD provinsi; 3232 DPRD kabupaten/kota, dan lebih dari 54 % kepala daerah dari PDI Perjuangan, bebernya, semua bergerak satu arah memperkuat dukungan rakyat ke pemerintah.
Hasto menambahkan, meskipun pada saat Pilpres 2019 yang lalu, seluruh daerah yang dipimpin PDI Perjuangan berhasil memenangkan Jokowi-Ma’ruf secara mutlak, namun pihaknya tetap bersikap rendah hati bahwa hal tersebut terjadi karena rakyat.
“Ini penting ditekankan, sebab makna dari kemenangan adalah tanggung jawab membawa kemajuan; tanggung jawab bagi masa depan. Bukannya menyampaikan sesuatu hal yang bertentangan dengan konstitusi seperti masa jabatan tiga periode,” tegasnya.
Sebab, jelas Hasto, PDI Perjuangan bertanggung jawab terhadap peningkatan keberhasilan Presiden Jokowi. Terutama dalam upaya pemulihan pandemi dan tekanan global yang tidak ringan ini.
“Itu skala prioritas kami, dan menurut kami jauh lebih penting daripada menampilkan elektoral Pak Jokowi sebagaimana dilakukan Musra. PDI Perjuangan lebih tertarik mendengarkan suara-suara dari pendukung yang masih belum puas dengan kinerja Pak Jokowi, dan dari situlah PDI Perjuangan bekerja semakin keras untuk legacy Pak Jokowi dan KH Maruf Amin,” terang Hasto.
Sebab, imbuh dia, terkait dengan mekanisme pilpres 2024 sudah sangat jelas, sudah ada tahapannya dan sudah menjadi praktik demokrasi yang semakin terlembaga.
Atas dasar hal tersebut, PDI Perjuangan mengajak seluruh pendukung Presiden Jokowi, termasuk seluruh parpol di pemerintah dan juga relawan, untuk bekerja lebih keras lagi, memacu kemajuan bangsa dalam seluruh aspek kehidupan.
Termasuk memperbaiki tingkat kehidupan rakyat yang belum sepenuhnya pulih dari pandemi dan kini menghadapi tantangan baru. “Itu lebih positif daripada memanaskan situasional politik pilpres yang tahapan pencalonnya masih bulan Oktober 2023,” pungkasnya. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









