Rabu
06 Mei 2026 | 7 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kekurangan Siswa, DPRD Kota Malang Terima Aduan Sekolah Swasta

pdip jatim 220819 ace1

MALANG – Hampir sebagian besar madrasah dan sekolah swasta tigkat pertama di Kota Malang kekurangan siswa. Bahkan ada sekolah tidak mendapat siswa baru sama sekali.

Fakta itu disampaikan Forum Komunikasi Madrasah dan Sekolah Swasta (FKMKS) Kota Malang saat dengar pendapat dengan pimpinan DPRD, Senin (15/8/2022).

Kesulitan siswa sekolah di Malang itu yakni di 30 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 83 SMP swasta.

Hampir separuh sekolah swasta itu tak bisa memenuhi pagu siswa atau 32 siswa per kelas selama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023 ini.

“Ada sekolah semula tiga kelas, sekarang tinggal satu kelas saja. Ada yang satu kelas hanya berisi tiga siswa, bahkan ada yang zonk,” beber Huzaini, dari perwakilan Forum Komunikasi Madrasah dan SMP Swasta Kota Malang, saat hearing bersama DPRD Kota Malang.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengatakan keluhan dari sekolah swasta ini bagian dari evaluasi terhadap sistem pendidikan di Kota Malang. Termasuk perlu kajian penentuan pagu.

“Kami sepakat perlu ada kajian itu di tiap tahun ajaran baru. Kami selalu meminta data ke dinas setiap ada wacana penambahan sekolah baru ataupun pagu,” ungkap Amithya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, menyatakan bahwa lembaga legislatif harus duduk bersama semua pihak, mulai Dinas Pendidikan, sekolah swasta, Dewan Pendidikan bahkan termasuk perwakilan guru. Sebab selama ini informasi yang masuk ke dewan belum berimbang.

“Karena itu kami perlu kajian menyeluruh dari semua pihak. Tiap tahun ajaran baru kami juga selalu menerima keluhan orang tua siswa,” terang Made.

Dia menyampaikan, bahwa tiap tahun ajaran baru gedung dewan selalu digeruduk orang tua siswa yang mengadukan anak mereka tak bisa masuk sekolah negeri. Karena itu dewan harus tahu akar persoalannya lebih dulu.

Selain itu berkaitan dengan rencana Dinas Pendidikan menambah sekolah baru tetap harus disertai kajian. Apabila dinilai belum perlu, maka rencana tersebut bakal ditolak.

Made mencontohkan rencana SMP negeri di Tlogomas urung direalisasikan. “Kami juga butuh data jumlah guru di tiap sekolah, termasuk sebaran berapa dana hibah ke sekolah swasta,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang ini. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Doding Minta Kontraktor Gotong Royong Biayai Perbaikan Jalan Trenggalek–Bendungan Lewat CSR

Doding Rahmadi minta kontraktor proyek Bendungan Bagong gotong royong biayai perbaikan Jalan Trenggalek–Bendungan ...
KRONIK

Bupati Gresik Minta SPMB Berlangsung Adil, Begini Proporsi Kuota-nya

​GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik mulai memperketat pintu masuk sistem pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027. ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Zuhri Resmi Jadi Ketua DPRD Surabaya, PDIP Pastikan Struktur Pimpinan dan Banggar Lengkap

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya pada Rabu (6/5/2026), PDIP pastikan struktur pimpinan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran Dinkes, Transparansi Jadi Kunci

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran Dinas Kesehatan, dorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBD. ...
KRONIK

Sampaikan Belasungkawa, Kanang Takziah ke Rumah Duka Korban Kecelakaan Kereta Bekasi

NGAWI – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, menyampaikan belasungkawa dengan bertakziah ke ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Buka Hotline “Lapor Cak Eri”, Warga Bisa Adukan Masalah Langsung via WhatsApp

Eri Cahyadi buka hotline “Lapor Cak Eri” via WhatsApp untuk aduan warga, guna mempercepat layanan dan evaluasi ...