Senin
03 Agustus 2026 | 7 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Magetan Tahlilan untuk Korban Kudatuli

pdip-jatim-dpc-270722-magetan-1

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan menggelar doa bersama untuk arwah (tahlilan) para pejuang Partai dan rakyat yang gugur dalam kerusuhan 27 Juli 1996 (kudatuli). 

Acara dilaksanakan di rumah Ketua DPC Magetan era 90-an, Prayogo Prayitno di Desa Kauman Kecamatan Karangrejo, Selasa (26/7/2022) malam.

Sejumlah kader, anggota maupun simpatisan Partai turut dalam acara peringatan peristiwa kelam tersebut. Baik dari structural partai, DPC, PAC, banda-badan dan sayap Partai.

Ketua panitia acara sekaligus Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Magetan, Parmin mengatakan, acara berkirim doa sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang partaii khususnya, juga pejuang rakyat dalam melawan kediktatoran rezim kala itu.

Dijelaskan Parmin, momentum ini merupakan pengingat untuk saling menguatkan antar keluarga besar Partai agar tidak mudah terpecah belah.

“Ini kesempatan  bekerja sama dengan semua komponen dalam membesarkan Partai,” ujarnya

Sesepuh Partai, Prayogo Prayitno menyampaikan, peristiwa Kudatuli menunjukkan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang dibangun dengan keringat, air mata dan darah para pejuang.

“Inilah yang membuat PDI perjuangan  ada dan besar sampai saat ini,” ungkap Prayogo, mantan Ketua DPRD Magetan dua periode ini.

Prayogo menambahkan, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut.

“Jadi, Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Perkuat demokrasi dengan Pancasila sebagai pondasi, dan harus memiliki totalitas, kesetiaan dan loyalitas kepada Partai,” tandasnya.

Karena itu, Prayogo berharap, kader-kader muda harus belajar sejarah partai agar tahu apa saja momen, peristiwa penting yang menjadikan PDI Perjuangan kuat dan besar. Berikutnya yakni memperkuat konsolidasi dengan sesame anggota dan menyatu, menangis dan tertawa bersama rakyat.

Prayogo berharap para pejuang maupun korban peristiwa berdarah Itu bisa lebih mendapat perhatian dan apresiasi dari Partai. Apalagi di Magetan saat ini masih ada korban dan saksi hidup peristiwa Kuda Tuli.

“Kami semua  tidak ingin lagi  kejadian kelam terulang lagi. Mari bersama membangun Indonesia dengan demokratis,” pesan Prayogo. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abrari Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran usai Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Abrari mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi laut ...
KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...