Selasa
05 Mei 2026 | 8 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPC Magetan Tahlilan untuk Korban Kudatuli

pdip-jatim-dpc-270722-magetan-1

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan menggelar doa bersama untuk arwah (tahlilan) para pejuang Partai dan rakyat yang gugur dalam kerusuhan 27 Juli 1996 (kudatuli). 

Acara dilaksanakan di rumah Ketua DPC Magetan era 90-an, Prayogo Prayitno di Desa Kauman Kecamatan Karangrejo, Selasa (26/7/2022) malam.

Sejumlah kader, anggota maupun simpatisan Partai turut dalam acara peringatan peristiwa kelam tersebut. Baik dari structural partai, DPC, PAC, banda-badan dan sayap Partai.

Ketua panitia acara sekaligus Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Magetan, Parmin mengatakan, acara berkirim doa sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang partaii khususnya, juga pejuang rakyat dalam melawan kediktatoran rezim kala itu.

Dijelaskan Parmin, momentum ini merupakan pengingat untuk saling menguatkan antar keluarga besar Partai agar tidak mudah terpecah belah.

“Ini kesempatan  bekerja sama dengan semua komponen dalam membesarkan Partai,” ujarnya

Sesepuh Partai, Prayogo Prayitno menyampaikan, peristiwa Kudatuli menunjukkan bahwa PDI Perjuangan adalah partai yang dibangun dengan keringat, air mata dan darah para pejuang.

“Inilah yang membuat PDI perjuangan  ada dan besar sampai saat ini,” ungkap Prayogo, mantan Ketua DPRD Magetan dua periode ini.

Prayogo menambahkan, ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut.

“Jadi, Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Perkuat demokrasi dengan Pancasila sebagai pondasi, dan harus memiliki totalitas, kesetiaan dan loyalitas kepada Partai,” tandasnya.

Karena itu, Prayogo berharap, kader-kader muda harus belajar sejarah partai agar tahu apa saja momen, peristiwa penting yang menjadikan PDI Perjuangan kuat dan besar. Berikutnya yakni memperkuat konsolidasi dengan sesame anggota dan menyatu, menangis dan tertawa bersama rakyat.

Prayogo berharap para pejuang maupun korban peristiwa berdarah Itu bisa lebih mendapat perhatian dan apresiasi dari Partai. Apalagi di Magetan saat ini masih ada korban dan saksi hidup peristiwa Kuda Tuli.

“Kami semua  tidak ingin lagi  kejadian kelam terulang lagi. Mari bersama membangun Indonesia dengan demokratis,” pesan Prayogo. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Nihil Anggaran BPJS Buruh Tani 2026, DPRD Jember Soroti Prioritas APBD

Nihilnya anggaran BPJS buruh tani Jember 2026 disorot DPRD, sementara program seremonial justru bernilai miliaran. ...
KABAR CABANG

PDIP Tulungagung Siap Jadi Kolaborator Ruang Ekspresi dan Pengembangan Potensi Kreatif

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung berkomitmen mendukung pegiat seni, budayawan, dan generasi ...
KRONIK

PAC PDI Perjuangan Manding Bersama Warga Bersihkan Gulma di Lahan Pertanian

SUMENEP – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, menggelar aksi gotong ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Kolaborasi Pemda dan Komunitas Sosial Harus Diperluas untuk Perkuat Layanan Masyarakat

Rijanto dorong kolaborasi pemerintah dan komunitas sosial diperluas dalam Harlah Laskar Peduli Kasih Blitar. BLITAR ...
KRONIK

DPRD Banyuwangi Lanjutkan Pembahasan Tiga Raperda, Masrohan: Masukan Masyarakat Jadi Pertimbangan

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi melalui Panitia Khusus (Pansus) kembali melakukan pembahasan terhadap 3 ...
UMKM

Nuansa Tempo Dulu di Pasar Panganan Giri Biyen Gresik, Transaksi Pakai Koin Gobog

GRESIK – Suasana Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, tampak berbeda pada Minggu ...