MAGETAN – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Magetan Tahun 2022 terbilang masih minim. Hal itu diungkapkan pimpinan maupun anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan kepada wartawan, Jumat (8/7/2022).
Minimnya serapan anggaran, meski saat ini telah memasuki minggu pertama semester ke II tahun ini, menimbulkan pertanyaan dari para kader bertugas di legislatif.
Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno mengungkapkan, memasuki semester ke-II tahun ini, Juli 2022, serapan APBD baru pada kisaran 30 persen dari nominal total APBD sebesar Rp 1,7 triliun. Lambatnya penyerapan APBD dikhawatirkan menghambat upaya-upaya mensejahterakan masyarakat.
“Saya tanyakan waktu rapat Banggar dengan TAPD dari BPKAD, dari laporan serapan hingga akhir bulan Juni baru 30 persen,” kata Sujatno.
“Serapan tersebut masih kecil. Semester pertama sudah lewat, serapan setidaknya 50 persen lebih,” ujar Sujatno didampingi sejawat se-fraksinya Lasiyem dan Karmini di sela sosialisasi beasiswa PIP aspirasi dari Guruh Sukarni Putra di SMA Maospati.
Lantaran minimnya serapan anggara, Sujatno menegaskan pihak DPRD Magetan segera berkoordinasi dengan eksekutif agar melakukan percepatan pelaksanaan program. Sehingga, anggaran bisa terserap maksimal.
“Ini akan kita tanyakan, berapa serapannya, berapa yang belum. Tahapan itu harus segera dilaksanakan sehingga kegiatan pembangunan bisa segera dirasakan masyarakat,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan ini.
Selain itu, DPRD Magetan segera melakukan monitoring sekaligus mengimbau kepada satuan kerja perangkat daerah Pemkab Magetan untuk melakukan koreksi terhadap permasalahan yang menghambat percepatan serapan anggaran. (rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










