Rabu
21 Oktober 2026 | 3 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kendalikan Wabah PMK, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran 2 Miliar

PDIP-Jatim Bupati Sugiri 17062022

PONOROGO – Kian hari penyakit mulut dan kuku (PMK) sapi semakin mengkhawatirkan di Ponorogo. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo gerak cepat untuk mengatasi wabah yang menjangkiti ribuan sapi itu. Apalagi Pemkab Ponorogo juga telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) PMK pada 3 Juni lalu.

Seperti yang diungkapkan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, pihaknya mengalokasikan Rp 2 miliar untuk menangani wabah PMK. Anggaran miliaran rupiah tersebut diambil dari belanja tidak terduga (BTT) APBD Ponorogo 2022.

”Ini upaya kami untuk mengendalikan wabah PMK,” kata Bupati Sugiri, Kamis (16/6/2022).

Dana tersebut bakal digunakan untuk menangani PMK selama tiga bulan ke depan. Pengalokasian dana meliputi pengadaan obat, satgas, penanganan, serta kerja serentak dari berbagai sektor.

Bupati Sugiri juga menegaskan, seluruh biaya pengobatan gratis ditanggung pemerintah. Ia berharap dengan begitu akan lebih mudah ditangani dan dipetakan.

“Kami percepat penanganan selama tiga bulan ke depan. Dengan penanganan yang biayanya ditanggung oleh pemerintah, semoga PMK cepat tertangani dan bisa dipetakan sebarannya,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu.

Hingga saat ini, sekitar 3000 lebih sapi terjangkit virus PMK dan ratusan ekor sapi mati tiap harinya. Akibatnya, peternak merugi hingga miliaran rupiah, bahkan ekonomi berujung lumpuh total.

“Saya mewakili para peternak memohon kepada wakil rakyat/dinas terkait untuk membantu peternak yang ada di Kecamatan Pudak. Kami membutuhkan bantuan antibiotik. Jika tidak cepat, kerugian akan semakin besar. Kerugian peternak luar biasa besar saat ini karena satu sapi bernilai 25 juta, jika setiap hari secara total kerugian 2,5 miliar per hari. Sehingga ekonomi peternak sekarang ini lumpuh total,” keluh Sutris, peternak sapi perah asal Kecamatan Pudak.

Sutris bersama masyarakat Pudak lainnya juga menghadapi ketakutan yang luar biasa akibat serangan PMK ini. Karena PMK yang ada di kecamatan yang menjadi sentra industri susu tersebut sudah semakin meluas akibat keterbatasan obat-obatan dan tim medis veteriner.

Selain di Kecamatan Pudak, PMK juga meluas di beberapa kecamatan lainnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan di SD-SMP Negeri Surabaya Mulai November 2026

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya melakukan pungutan dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...
LEGISLATIF

Widarto Ingatkan Pemkab Jember, Serapan APBD 2026 Jangan Korbankan Kualitas Proyek

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tidak sekadar mengejar serapan ...