Sabtu
18 April 2026 | 11 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kendalikan Wabah PMK, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran 2 Miliar

PDIP-Jatim Bupati Sugiri 17062022

PONOROGO – Kian hari penyakit mulut dan kuku (PMK) sapi semakin mengkhawatirkan di Ponorogo. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo gerak cepat untuk mengatasi wabah yang menjangkiti ribuan sapi itu. Apalagi Pemkab Ponorogo juga telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) PMK pada 3 Juni lalu.

Seperti yang diungkapkan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, pihaknya mengalokasikan Rp 2 miliar untuk menangani wabah PMK. Anggaran miliaran rupiah tersebut diambil dari belanja tidak terduga (BTT) APBD Ponorogo 2022.

”Ini upaya kami untuk mengendalikan wabah PMK,” kata Bupati Sugiri, Kamis (16/6/2022).

Dana tersebut bakal digunakan untuk menangani PMK selama tiga bulan ke depan. Pengalokasian dana meliputi pengadaan obat, satgas, penanganan, serta kerja serentak dari berbagai sektor.

Bupati Sugiri juga menegaskan, seluruh biaya pengobatan gratis ditanggung pemerintah. Ia berharap dengan begitu akan lebih mudah ditangani dan dipetakan.

“Kami percepat penanganan selama tiga bulan ke depan. Dengan penanganan yang biayanya ditanggung oleh pemerintah, semoga PMK cepat tertangani dan bisa dipetakan sebarannya,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu.

Hingga saat ini, sekitar 3000 lebih sapi terjangkit virus PMK dan ratusan ekor sapi mati tiap harinya. Akibatnya, peternak merugi hingga miliaran rupiah, bahkan ekonomi berujung lumpuh total.

“Saya mewakili para peternak memohon kepada wakil rakyat/dinas terkait untuk membantu peternak yang ada di Kecamatan Pudak. Kami membutuhkan bantuan antibiotik. Jika tidak cepat, kerugian akan semakin besar. Kerugian peternak luar biasa besar saat ini karena satu sapi bernilai 25 juta, jika setiap hari secara total kerugian 2,5 miliar per hari. Sehingga ekonomi peternak sekarang ini lumpuh total,” keluh Sutris, peternak sapi perah asal Kecamatan Pudak.

Sutris bersama masyarakat Pudak lainnya juga menghadapi ketakutan yang luar biasa akibat serangan PMK ini. Karena PMK yang ada di kecamatan yang menjadi sentra industri susu tersebut sudah semakin meluas akibat keterbatasan obat-obatan dan tim medis veteriner.

Selain di Kecamatan Pudak, PMK juga meluas di beberapa kecamatan lainnya. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sampang Bagikan Benih Jagung, Ajak Masyarakat Tanam Pendamping Beras

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sampang mengajak masyarakat untuk menanam tanaman ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Imbau Warga Jombang Antisipasi Kemarau Panjang dan Perkuat Cadangan Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, mengimbau masyarakat ...
PEREMPUAN

Novita Hardini Ajak Perempuan Trenggalek Nyalakan Api Perjuangan dan Berkarya

Novita Hardini ajak perempuan Trenggalek menyalakan api perjuangan dan berkarya melalui TGX Women Summit, sekaligus ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
HEADLINE

Megawati usul Konferensi Asia-Afrika Jilid II Atasi Masalah Geopolitik

JAKARTA – Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Tegaskan Literasi Digital Perempuan Jadi Kebutuhan, Bukan Pilihan

Erma Susanti menegaskan literasi digital bagi perempuan kini menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan ...