Kamis
23 Juli 2026 | 8 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sri Rahayu: PDI Perjuangan Kawal Isu Stunting, Dampingi Ibu Hamil

pdip-jatim-220615-istri-dpr-3

BLITAR – Persaudaraan istri anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan DPR RI berkomitmen dalam upaya penanganan pencegahan kasus stunting.

Hal tersebut dibuktikan di Bumi Bung Karno dalam bentuk pemberian bantuan sosial kepada puluhan ibu hamil dan balita di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Selasa (14/6/2022) sore.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu dan juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti.

Pada kesempatan ini, Sri Rahayu mengatakan, PDI Perjuangan konsisten mengawal isu stunting dan melakukan pendampingan kepada ibu hamil melalui agenda-agenda sosial seperti hari ini.

“PDI Perjuangan sebagai partai politik, selain konsen pada persoalan politik yang memang telah menjadi fungsinya, di sisi lain juga akan dan harus ikut andil dalam persoalan-persoalan bangsa atau masyarakat, salah satunya adalah stunting ini,” katanya.

Menurutnya, pengawalan isu stunting ini telah menjadi rutinitas dan telah dilakukan secara serentak oleh semua kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia. (Baca juga: Istri Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Nyekar Makam Bung Karno)

“Misi kita saat ini agar terjadi pemerataan gerakan dan menghasilkan manfaat yang optimal dalam upaya menangani kasus stunting. Di mana kasusnya saat ini masih tergolong tinggi,” imbuh dia.

Erma Susanti menambahkan, angka persentase kasus stunting secara nasional saat ini berada di 24 persen. Dengan demikian perlu adanya kerja bersama untuk menangani kasus tersebut, sehingga sesuai dengan angka penurunan yang telah ditargetkan oleh pemerintah.

“Pada 2025 nanti, sesuai dengan target pemerintah maka angka persentase kasus stunting harus bisa mengalami penurunan sampai di angka 14 persen,” terang Erma.

Menurutnya, upaya-upaya pemenuhan gizi dengan pemberian paket sembako dapat membantu penanganan persoalan stunting. Sebab, letak kunci persoalan terjadinya stunting terhadap anak adalah pada pemenuhan asupan makanan yang bergizi.

Sesuai dengan teori kesehatan, lanjut dia, stunting bisa diminimalisir dengan mengintervensi asupan gizi kepada bayi di masa 1.000 hari kehidupan. Yaitu, pada saat bayi berada di dalam kandungan sampai dengan bayi berusia dua tahun.

“Dengan begitu, kita harus sangat memperhatikan asupan gizi ibu hamil dan juga balita. Mereka harus mendapatkan asupan gizi yang baik,” tandasnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...
KRONIK

Hari Anak Nasional 2026, PDI Perjuangan Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas

JAKARTA — PDI Perjuangan menyampaikan pesan penting dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Partai ...
KRONIK

Banyuwangi Asri, Ribuan Warga Bergerak Bersihkan Pantai Ancol Plengsengan

BANYUWANGI – Lebih dari seribu orang bergerak membersihkan pantai di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Pemeriksaan Dugaan Penyimpangan Dana Rp8 Miliar di KBS Dituntaskan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta proses pemeriksaan dugaan penggunaan dana tidak wajar sekitar Rp8 ...