Kamis
03 September 2026 | 10 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wali Kota Eri Cahyadi: Bung Karno Itu Arek Suroboyo!

pdip-jatim-220607-bung-karno

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, Bung Karno asli kelahiran Kota Pahlawan. Dia mengatakan, jika ada yang menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar, itu adalah upaya penyimpangan sejarah.

“Hari ini kami ingin menegaskan bahwa Bung Karno lahir di Surabaya, pada 6 Juni 1901, di Kampung Pandean Gang IV, di Kelurahan Peneleh. Jadi Bung Karno itu arek Suroboyo, yang kemudian ditakdirkan dalam keadaan penuh getir berjuang untuk memerdekan Indonesia,” tegas Eri Cahyadi di Surabaya, Senin (6/6/2022).

Eri menyatakan, Bung Karno dan Surabaya serta Surabaya dan Bung Karno tak dapat lagi dipisahkan. Surabaya bukan hanya tempat lahir Bung Karno. Lebih dari itu, kota ini ada dalam persenyawaan ideologi hidup Bung Karno. Tak heran jika Bung Karno menyebut Surabaya sebagai ”dapur nasionalisme”.

”Selain tempat kelahiran, Surabaya menjadi takdir Bung Karno setelah ayahnya, Raden Soekemi, mengirimkan sang anak untuk bersekolah di Surabaya dan indekos di rumah Ketua Sarekat Islam Haji Oemar Said Tjokroaminoto, di kawasan Peneleh. Di tempat itulah Bung Karno ditempa menjadi aktivis dan pemikir, yang semuanya itu menjadi awal mula perjuangannya dalam memerdekakan republik ini,” paparnya.

”Maka ini menjadi spirit bagi kita semua, bagi Pemkot Surabaya, untuk berjuang mengabdi kepada rakyat. Seperti kata Bung Karno, ’Warisi apinya, jangan abunya’. Kita warisi spirit perjuangan Bung Karno untuk menebar lebih banyak lagi kebaikan di Surabaya, kota yang begitu banyak mewarnai hidup Bung Karno,” imbuh kader Banteng ini.

Sejumlah tokoh berkumpul di Surabaya bertepatan dengan hari lahir Bung Karno, 6 Juni, kemarin. Selain Eri Cahyadi, juga Wawali Armuji, mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH dan Whisnu Sakti Buana, mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, dan sejarawan Unesa Rojil Nugroho Bayuaji.

Djarot Saiful Hidayat yang juga Wali Kota Blitar periode 2000-2010 pun menegaskan bahwa Bung Karno lahir di Surabaya. (Baca juga: Harlah Putra Sang Fajar, Banteng Kota Pahlawan Kenalkan Yel-yel “Bung Karno Arek Suroboyo”)

”Bung Karno lahir di Surabaya, tetapi memang ketika Orde Baru banyak pembelokan sejarah, ada narasi bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Sampai sekarang narasi itu banyak dipercaya. Saya kemarin diskusi di Jogjakarta dengan anak-anak muda, saya tanya di mana Bung Karno lahir, 80 persen menjawab Blitar. Maka saya mengapresiasi Pak Eri Cahyadi, kita bergerak bersama bahwa Bung Karno memang lahir di Surabaya,” ujarnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini menyebut Bung Karno memang beberapa kali ke Blitar karena rumah sang ibunda berada di sana, yang disebut sebagai Istana Gebang atau Dalem Gebang. Ketika menjadi presiden, Bung Karno beberapa kali berkunjung ke sana untuk sungkem dan memohon doa dari sang ibunda.

”Karena ibunda Bung Karno selalu bilang ke anaknya, bahwa kamu memang Presiden, tapi kamu tetap anakku. Kalau mau bertemu denganku, jangan undang aku ke Istana, tapi kamulah yang harus ke sini. Maka Bung Karno selalu sungkem ke ibundanya di Blitar. Tapi jelas bahwa Bung Karno lahir di Surabaya,” beber mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Mantan Wali Kota Surabaya Bambang DH juga menegaskan bahwa Bung Karno terlahir di Surabaya. Bambang bercerita ketika menjabat sebagai wali kota, dia bertemu Roeslan Abdulgani, orang dekat Bung Karno yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri di era Presiden Soekarno. Roeslan adalah arek Suroboyo, tepatnya di kawasan Peneleh.

”Waktu itu dalam bahasa Suroboyo-an, beliau bilang ke saya, ’Mbang (maksudnya Bambang), iku Bung Karno lahir nang Suroboyo’,” cerita Bambang DH.

Dari situlah, Bambang kemudian mendorong riset yang kemudian dipimpin oleh Peter A. Rohi, wartawan senior yang ketika itu memimpin Soekarno Institute, hingga ditemukan rumah kecil di Pandean Gang IV Nomor 40 sebagai rumah kelahiran Bung Karno.

Whisnu Sakti Buana menambahkan, pemikiran, semangat, dan kiprah perjuangan Bung Karno harus terus diteladani. ”Hari lahir Bung Karno 6 Juni harus menjadi pendorong untuk kita terus bergerak membantu sesama, memberi yang terbaik bagi kemajuan Surabaya dan Indonesia,” ujarnya.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono juga mengusulkan agar tema ”Bung Karno lahir di Surabaya” menjadi bagian dari kurikulum lokal yang diajarkan ke para pelajar. ”Sehingga kebenaran sejarah semakin kokoh, bahwa proklamator kita tercinta memang lahir di Surabaya,” ujar Adi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Desil Tak Akurat, Zulham Soroti Warga Miskin hingga Disabilitas di Malang Kehilangan Bansos

MALANG – Ketidakakuratan klasifikasi tingkat kesejahteraan atau desil membuat sejumlah warga miskin dan kelompok ...
LEGISLATIF

Soroti Data Subsidi Tak Tepat Sasaran, Said Abdullah Minta Pemerintah Pastikan Hak Rakyat Terpenuhi

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyoroti masih besarnya persoalan inclusion error ...
HEADLINE

Fraksi PDIP Jatim Dorong Sistem Rating SPPG, Pengawasan MBG Berbasis Risiko

SURABAYA – Untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ...
SEMENTARA ITU...

Eri: Maulid Nabi Jangan Sekadar Bersholawat, Teladani Akhlak Rasulullah

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan Maulid Nabi tidak cukup dengan bersholawat, tetapi harus diwujudkan ...
KABAR CABANG

Guntur Soroti Literasi Politik Anak Muda, Apatisme Harus Dijawab dengan Edukasi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Guntur Wahono menyoroti pentingnya meningkatkan literasi ...
LEGISLATIF

Khamim Perluas Potensi Susu Dusun Brau Lewat Festival Nyusu Bareng

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari mendorong potensi susu lokal Dusun Brau, ...