Rabu
04 November 2026 | 10 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kota Batu ‘Go International’

coban talun batu
coban talun batu
Air Terjun Coban Talun, Batu

BATU – Wali Kota Eddy Rumpoko bertekad menjadikan Kota Batu sebagai Kota Pariwisata Internasional. Untuk menuju terwujudnya Kota Pariwisata Internasional itu, Eddy Rumpoko telah menyiapkan beberapa strategi dan tahapan yang akan dilalui.

Di antaranya, menggandeng Perum Perhutani KPH Malang, untuk menyiapkan paket wisata alam di Coban Talun Kec Bumiaji. Kawasan hutan produksi tersebut, jelas ER, sapaan Eddy Rumpoko, akan dikembangkan menjadi objek wisata alam, eco wisata, sivopasture dan Agroforestry.

Selanjutnya, untuk mengembalikan kesejukan wilayah sekaligus mengimbangi pesatnya pembangunan fisik di Kota Batu, lanjut ER, pemkot akan menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Seperti taman segitiga di Jalan Kasiman Kelurahan Ngaglik, Taman Kenanga di Jalan Bukit Berbunga, Taman Masjid An Nur, dan Taman Wilis di Jalan Wilis.

Yang lainnya, kata ER, adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), di antaranya dengan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi warga yang berminat menjadi guide wisata untuk diarahkan dan dilatih Dinas Pariwisata Daerah sampai mendapatkan sertifikasi.

“Program SDM yang telah berjalan sebelumnya adalah pemberian insentif rutin untuk pemilik dokar wisata yang mangkal di alun-alun,” kata Eddy Rumpoko saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin.

Pemkot Batu, sebut ER, juga telah membangun kemitraan yang strategis dengan dunia pendidikan, di antaranya dengan kampus Universitas Muhammadiyah Malang dalam kerangka pengembangan bidang-bidang pariwisata, pertanian organik dan juga pendidikan.

“Dunia akademis memiliki kemampuan lebih dalam mendampingi pengembangan kota wisata, termasuk mendukung pengembangan pertanian organik, UMM mempunyai laboratorium yang bisa melihat sejauhmana tingkat pengaruh pestisida, dan dapat memberikan dukungan terhadap petani-petani di Kota Batu,” jelas pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu.

Yang terakhir, mengingat Kota Batu telah dikenal sebagai produsen hasil-hasil pertanian unggulan, maka Pemkot Batu juga telah menyiapkan strategi pencegahan alih fungsi lahan pertanian ke bangunan gedung. Oleh karena itu, Pemkot Batu juga fokus pada pengelolaan pertanian organik.

“Pertanian organik telah digagas Pemkot Batu sejak 2012 lalu, dan saat ini sudah menunjukkan hasil. Banyak petani Kota Batu yang mulai beralih dari pertanian kimia menjadi organik. Ke depan Kota Batu juga akan menjadi basis pertanian sehat di Indonesia,” pungkasnya. (ven)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Izin TPA Mrican Terbit, Agung Dorong Pemilahan Sampah dari Tingkat RT

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akhirnya mengantongi izin penggunaan kawasan hutan milik Perum ...
KRONIK

Stadion Ketonggo Ngawi Siap Antar Persinga Ikuti Liga 3, Tinggal Pasang CCTV

NGAWI – Stadion Ketonggo Kabupaten Ngawi terus dipersiapkan menjelang bergulirnya kompetisi Liga 3 Nusantara ...
LEGISLATIF

Pilkades Serentak Jombang 2027 Diikuti 286 Desa, Komisi A DPRD Kawal Anggaran dan Regulasi

JOMBANG – Sebanyak 286 desa di Kabupaten Jombang direncanakan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak ...
KRONIK

Agus Wicaksono Buka KLIK DALAK di Lumajang, Tegaskan Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

LUMAJANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Agus Wicaksono, secara resmi membuka kegiatan Klinik ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siapkan Intervensi Ekonomi di Kawasan Rawan Narkoba Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan intervensi ekonomi dan pemberdayaan UMKM di kawasan rawan ...
LEGISLATIF

Polemik Jam Operasional Pasar Buah Tanjungsari, Syaifuddin Zuhri Buka Peluang Revisi Perda

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mendorong DPRD Surabaya membuka peluang revisi ...