BLITAR – Memasuki hari ke-20 bulan Ramadan, anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan Guruh Sukarno Putra kembali melakukan reses di Bumi Bung Karno, Kota Blitar, Jumat (22/4/2022).
Reses diikuti asongan dan PKL sekitar Makam Bung Karno tersebut digelar di Rumah Aspirasi Guruh Sukarno Putra yang berlokasi di Grand Sentul Residance Blok C – No. 12 Kelurahan Sentul Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.
Baca juga: Reses di Kota Blitar, Guruh Sukarno Putra Gelar Ramadhan Berbagi
Sekitar 200 orang terdiri dari asongan penjual bunga tabur, PKL di sekitar Perpustakaan dan PKL “Kompak Buka” di Pusat Informasi dan Pelataran Parkir Makam Bung Karno begitu antusias mengikuti kegiatan ini.

Turut hadir pula Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Bayu Kuncoro dan Wakil Ketua Bidang Kebudayaan Nasional DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Lukman Indra Laksono.
Dalam sambutannya Bayu Kuncoro menyampaikan terima kasih kepada seluruh asongan dan PKL yang antusias mengikuti kegiatan reses ini meskipun dalam suasana puasa sehari penuh.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak – ibu asongan dan PKL yang begitu bersemangat hadir dalam kegiatan ini,” ucap Bayu.

“Saya juga mendengar bahwa putra-putri bapak/ibu asongan dan PKL sekitar makam Bung Karno mengusulkan beasiswa PIP melalui jalur aspirasi Mas Guruh. Semoga aspirasinya berhasill dan cair sehingga bisa meringankan beban orang tua atau wali murid di tengah pandemi,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Barisan Guruh Sukarno Putra (Bagus) Jatim, Didik Nurhadi dalam reses ini melakukan evaluasi terkait usulan masyarakat termasuk putra/putri dari para pedagang asongan dan PKL, bahwa usulan banyak yang berhasil direalisasikan.
“Karena memang statusnya layak dan gaji orang tua/wali murid tidak ada yang lebih dari 5 juta dan masuk sasaran prioritas. Sedang yang tidak berhasil adalah siswa kelas akhir dan sudah punya SK Kemendikbud (siswa yang sudah diusulkan lewat sekolah/sudah punya KIP),” beber Didik.

Sementara itu, ketua asongan pedagang kembang di komplek makam Bung Karno, Anitisworo merasa senang diundang dalam kegiatan reses Guruh Sukarno Putra. “Kami masyarakat kecil merasa diperhatikan,” ujar dia.
Hal senada juga disampaikan oleh pria penjual soto ayam di samping perpustakaan Bung Karno yang akrab dipanggil Pak Nur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mas Guruh dan Mbak Puan Maharani yang memperhatikan kami orang kecil dengan bantuan paket sembako, tentunya sangat bermanfaat,” ucap Pak Nur.
Setelah pembagian sembako, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Menunya, makanan dan minuman yang biasanya dijual PKL sekitar komplek makam Bung Karno. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










