Kamis
16 April 2026 | 5 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuangan Jember Minta Perumda Tak Lagi Bebani APBD

PDIP-Jatim-Alfan-15032022

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memberikan catatan terhadap kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Mimum Tirta Pandalungan dan Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur. Dua perusahaan daerah tersebut dinilai terlalu bergantung pada dana APBD sehingga kurang optimal.

“Perusahaan umum milik daerah (perumda) harus berfungsi secara optimal sebagai pelayanan publik sekaligus badan usaha milik daerah yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah,” kata Alfan Yusfi, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, dalam sidang paripurna pengesahan Perda tentang Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan dan Perda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Pandalungan, di gedung DPRD Jember, Jumat (1/4/2022).

Alfan mengungkapkan, seharusnya perumda dapat memperbaiki manajemen, tata kelola, dan sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga perumda bisa menyumbang pendapatan bagi daerah.

“Jangan malah sebaliknya, harus ‘menyusu’ terus pada APBD, sehingga menjadi beban pada keuangan daerah,” ungkapnya.

Anggota Komisi B DPRD Jember tersebut menegaskan, perusahaan daerah dibentuk agar meningkatkan pemasukan perekonomian bagi daerah, bukan tempat untuk menempatkan orang yang memiliki kepentingan tertentu.

“Perumda tidak boleh lagi menjadi sekadar ‘menempatkan’ orang-orang tertentu untuk kepentingan ‘tertentu’ pula. Perumda harus bisa bermanfaat bagi perkembangan perekonomian kabupaten, sehingga tiap tahun tidak harus ada penyertaan modal dari APBD,” tegasnya.

Khusus untuk Perumda Kahyangan, Fraksi PDI Perjuangan Jember mengharuskan perusahaan tersebut mampu memenuhi semua hak buruh.

“Jika ada hak-hak buruh yang disuarakan oleh para perwakilannya melalui mekanisme surat ataupun penyampaian secara terbuka atau demonstrasi, hal itu untuk bisa disikapi dengan bijaksana,” jelas Alfan.

Menurut Alfan, selama ini aspirasi dari para buruh cenderung sepertinya tidak mendapatkan atensi sama sekali. Bahkan, jelasnya, pada saat demo kemarin beberapa perwakilan dari buruh yang melakukan aksi dilaporkan ke polisi oleh jajaran direksi Perumda Perkebunan Kahyangan.

“Sebab itu, kami mengingatkan agar hal tersebut tidak terulang kembali. Menurut kami, bagaimana pun hak setiap warga negara, khususnya para buruh Perumda Perkebunan Kahyangan, adalah menjadi tanggung jawab kita bersama, Pemkab dan DPRD Jember,” tandas Alfan. (ryo/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...