Kamis
22 Januari 2026 | 7 : 50

Wakil Ketua DPRD Yakini SPPG Pelaksana MBG di Jember Belum Punya SLHS

pdip-jatim-250217-widarto-1

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Widarto, S.S meyakini pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jember masih belum memiliki sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS).

Program MBG yang dicanangkan l Presiden RI itu, kata Widarto, masih berjalan di Kabupaten Jember. Program prioritas itu, sebutnya, wajib didukung seluruh perangkat pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

“Kami meyakini masih belum ada yang memiliki sertifikat itu, apalagi sertifikat keamanan pangan bagi hampir seluruh SPPG di Jember,” ungkapnya Widarto di ruang kerjanya, Selasa (7/10/2025).

Karena itu, ungkapnya, muncul masalah soal menu MBG seperti di SD Bintoro 5. Pasalnya, sebut Widarto, tata kelola MBG masih banyak kekurangan. Padahal, SPPG itu adalah bagian dari quality control MBG yang harus dipenuhi.

“Karena jika hal ini (SLHS) diurus pasti akan mendapatkan visitasi, uji petik dan memastikan apakah standarnya sesuai, pengolahannya sesuai. Nah, ini menjadi pertanyaan kenapa kok belum?” tanya dia.

Sebagai program andalan menyiapkan generasi emas 2045, lanjut Widarto, seharusnya SPPG memastikan terpenuhinya gizi MBG secara baik. Mekanisme tahapan SPPG harus dijalankan.

“Memang MBG ini menjadi naungan dari BGN, dan proses tata kelolanya akan turun minggu-minggu ini. Maka ini saja belum ada aturan yang jelas terkait tata kelolanya,” sebutnya.

Dan yang tak kalah penting terkait menu MBG yang disajikan, Widarto mengimbau agar penyajian menunya makanan yang mudah dikenali siswa. Sehingga meskipun menu harus bervariasi tetapi syarat makanan halal, dan syarat penuh gizi adalah utama.

“Menu memang harus bervariasi, tetapi tetap dengan standart gizi yang baik. Dicek gizinya, jangan latah dengan menyajikan makanan yang kami dengar kemarin seperti burger, spageti,” papar Widarto.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu sebelumnya, diduga ada pembagian makanan MBG basi di SD Bintoro 5, Kelurahan/Kecamatan Patrang. Pihak penyedia mengklarifikasi bahwa dugaan basi itu disebabkan aroma cuka yang dicampurkan pada sajian makanan saat itu. (art/pr)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KOLOM

1970, Tahun Duka Cita yang Menguatkan

Oleh Eri Irawan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya “You never know how strong you are until being strong is ...
LEGISLATIF

Banyu Biru Djarot Dorong Green Jobs Jadi Kunci Pariwisata Berkelanjutan

JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Banyu Biru Djarot menegaskan, penyiapan dan peningkatan green jobs ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Tegas Tolak Pilkada Lewat DPRD, Doding: Kepala Daerah Harus Dipilih Rakyat

TRENGGALEK – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek bersikap tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah ...
LEGISLATIF

Banjir Tahunan, Fraksi PDI Perjuangan Lamongan Dorong Pembentukan Perda Sungai

LAMONGAN – Masalah banjir tahunan di Kabupaten Lamongan memicu desakan serius untuk memperkuat payung hukum ...
LEGISLATIF

Fatatoh Beber Hasil Reses di Kanigoro, Layanan Dasar dan Infrastruktur Jadi Sorotan

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, melaksanakan reses masa sidang ...
EKSEKUTIF

Cuaca Ekstrem Terjang Ngawi, Bupati Ony Tekankan Mitigasi dan Reboisasi Kawasan Lereng Lawu

NGAWI – Hujan deras dengan durasi panjang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Ngawi pada Selasa petang ...