Selasa
03 November 2026 | 2 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

HUT ke-108 Kota Malang, Made: Kita Harus Jadi Kota Metropolitan Berbasis Budaya

pdip-jatim-220401-hut-kota-malang

MALANG – Kota Malang pada hari ini genap berusia 108 tahun. Dalam perayaan HUT ke-108 ini, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika berharap agar ke depan Kota Malang dapat menjadi Kota Metropolitan yang berbasis kebudayaan.

Made menyampaikan, dalam perayaan HUT Kota Malang ke-108 menjadi titik pijakan baru arah pembangunan selanjutnya. Hal ini bertepatan dengan pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Malang yang telah diajukan oleh Pemkot kepada DPRD.

“Kebetulan pada hari peringatan ulang tahun Kota Malang ini, ada pengajuan Ranperda RT/RW, perubahan tata ruang wilayah di Kota Malang. Sehingga, itu akan kita jadikan pijakan, Kota Malang mau dibawa kemana,” ungkap Made, Jumat (1/4/2022).

Perubahan dalam penyusunan Raperda RTRW Kota Malang, ujar Made, akan menjadi titik penting dalam pijakan arah gerak, menjadikan Kota Malang menjadi kota pendidikan berbasis kebudayaan.

“Kami berharap Kota Malang sudah tidak ada pilihan lain, kita harus sudah menjadi kota metropolitan yang berbasis budaya,” ujarnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut menyatakan visi untuk menjadikan Malang sebagai Kota Metropolitan yang berbasis kebudayaan memiliki tujuan untuk meneruskan dan mengembangkan ciri khas kota. Yang selama ini identik dengan kota wisata, kota pendidikan, dan kota kebudayaan.

Untuk menuju Kota Metropolitan, Made memandang, bahwa hal tersebut bukanlah suatu cita-cita yang mustahil untuk bisa diwujudkan. “Kita siap menjadi penyangga Jawa Timur, lewat Kota Malang sebagai kota kedua metropolitan setelah Surabaya,” sebut Made.

Selain itu, kabar baik lainnya dalam perayaan HUT ke-108 Kota Malang kali ini adalah kondisi pandemi Covid-19 yang terus mengalami penurunan dan pertumbuhan perekonomian masyarakat mulai memberikan sinyal positif.

“HUT kali ini kita bersyukur, karena kita bisa melibatkan semua orang karena kita sudah berada di level 1 kita syukuri, kita apresiasi Pemerintah Kota Malang melalui Satgas Covid berhasil,” ucapnya.

Disisi lain, DPRD Kota Malang telah menangkap aspirasi masyarakat yang mengharapkan perbaikan infrastruktur umum yang ada. Seperti penyelesaian masalah jalan berlubang dan banjir.

“Sebentar lagi ada pelemparan KUA PPAS APBD 2023 dan setelah itu ada PAPBD, Perubahan APBD 2022. Di sinilah kesempatan kita menganggarkan perbaikan perubahan infrastruktur yang terbaru,” tutup Made. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...